Petani DIY Ditantang Raih Sukses ‘Kupas’ Kelapa

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Buah kelapa ternyata memiliki manfaat dan bisa di maksimalkan seluruh bagiannya. DIY memiliki potensi besar di mana pohon kelapa masih banyak ditemukan di berbagai wilayah seperti Kalibawang Kulonprogo.

Namun begitu, para petani kelapa selama ini belum memanfaatkan dengan maksimal potensi buah kelapa yang ada. Mereka mengklaim kesulitan mendapatkan bahan baku karena masih berjalan sendiri-sendiri sebagai ditambah terlalu banyaknya wacana yang membuat para petani tak maju kedepan.

Hal tersebut mencuat dalam Temu Mitra Koperasi Kelapa Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Hotel Jayakarta Yogyakarta, Jumat (5/4/2019). Beberapa pembicara yang juga memberikan bimbingan teknis pada para petani dihadirkan salah satunya Syaukani dari PT Kerambil Hijau Pakem Sleman.

Syaukani yang memiliki pabrik pengolahan kelapa menjadi minyak dan Virgin Coconut Oil (VCO) di Pakem Sleman mengungkap DIY memiliki potensi besar dalam pertanian dan pengembangan industri buah kelapa. Masih luasnya lahan pertanian kelapa salah satunya di Kalibawang Kulon Progo ditambah mudahnya transportasi pengangkutan menjadi modal berharga yang harus dimanfaatkan betul.

“Di Yogya itu kelemahannya banyak diskusi tetapi tidak ada yang berani mengeksekusi, jadi kebanyakan wacana tidak bergerak. Ini yang harus kita ubah, harus ada yang berani memulai usaha ini dalam skala besar karena potensi DIY ini luar biasa dari segi pertanian kelapa,” ungkapnya.

Syaukani menggambarkan di daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengirim bahan baku kelapa harus dengan perjalanan laut selama sembilan jam. DIY dengan kemudahan transportasi untuk menutup kebutuhan bahan baku diharapkan bisa lebih maju segi pemanfaatan buah kelapa.

“Jika ingin usaha produksi kelapa di DIY maju dan berkembang maka perlu ada keberanian  termasuk dengan cara membentuk kelompok atau plasma untuk menutup kekurangan pasokan bahan baku. Bagaimanapun usaha kelapa ibarat tidak ada matinya. Kalau kira-kira butuh 50 ton perminggu yang bentuk plasma untuk menutup suplainya, kerjasama dengan pihak lain,” sambungnya.

Berbagai produk olahan dari buah kelapa saat ini memiliki nilai jual yang bagus dengan pasar yang lebih luas. VCO misalnya, manfaat besar yang terkandung membuat semakin banyak masyarakat memanfaatkan untuk konsumsi.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit, menjelaskan kegiatan yang diadakan di Yogyakarta merupakan salah satu wujud peningkatan daya saing UKM dan Koperasi yang dilakukan pemerintah. Menurut dia, petani kelapa dengan potensi besar harus bisa mengubah pola pikir agar tak hanya menjadi petani saja namun terjun dalam industri pengolahan dari hulu ke hilir dengan manfaat yang lebih tinggi secara ekonomi.

“Pemerintah mendorong para petani untuk bisa menguasai industri dari hulu ke hilir dengan manfaat besar. Misalnya saja mengolah buah kelapa menjadi VCO yang punya nilai jual lebih tinggi. Banyak hal yang bisa dilakukan dan kami berharap masyarakat menangkap peluang tersebut,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI