Petani Tanah Air Masih ‘Nelangsa’

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Perihnya kehidupan para petani tanah air, digambarkan para mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui sebuah pertunjukan teater yang dihelat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, Sabtu (10/09/2016) malam. Mengangkat judul 'Nelangsa', teater ini mengkritik kebijakan pemerintah di bidang pertanian yang belum berpihak kepada para petani. Padahal sektor pertanian merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki Indonesia.

Teater yang dimainkan 11 mahasiswa Faperta UGM ini menceritakan kehidupan para petani di desa yang harus berhadapan dengan tengkulak. Para petani terpaksa bergantung pada tengkulak karena tidak punya keahlian untuk memasarkan hasil panen, termasuk penentuan harga jual gabah. Kondisi ini tak kunjung direspon oleh pemerintah, dan jutru terkesan dibiarkan.

"Teater ini diharapkan meningkatkan kesadaran mahasiswa pertanian dalam menghadapi isu-isu pertanian," terang Pimpinan Produksi Ridho Gunawa kepada KRjogja.com disela acara.

Cerita ini sengaja dibuat menggantung, agar mennjadi renungan bagi para akademisi serta pemangku kepentingan. Namun diakhir acara pihak panitia menghadirkan Budayawan Emha Ainun Najib 'Cak Nun' bersama Kíai Kanjeng untuk memberi pandangan terkait nasib para petani Indonesia yang kehidupannya masih jauh dari sejahtera.

Ketua Panitia Fahreza Deliar mengatakan, teater 'Nelangsa' ini merupakan bagian dari acara Panggung Rakyat Pertanian (PRPN) 2016. Selain untuk memeriahkan Lustrum XIV Faperta UGM juga untuk memperingati Hari Tani yang jatuh 24 September. Sebelumnya diisi penampilan band yang telah lolos seleksi serta Orpington Ethnic Project.

"Tujuan PRPN ini untuk membangun jiwa mahasiswa yang peka terhadap permasalah pertanian Indoensia, sekaligus memberi hiburan bermanfaat bagi mahasiswa UGM dan masyarakat umum," katanya.

Wakil Dekan Faperta UGM Dr Rudi Heri Murti mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, PRPN ini menunjukkan sikap peduli para mahasiswa Faperta UGM terhadap keresahan yang sedang dihadapi para petani di Indonesia. Diharapkan muncul kecintaan dari para mahasiswa untuk membangun sektor pertanian melalui berbagai inovasi teknologi. (Dev)

BERITA REKOMENDASI