Peternak Kambing PE Pangestu Turi Kesulitan Modal

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah peternak kambing PE di Kabupaten Sleman mengaku mengalami kesulitan dalam hal permodalan. Beberapa dari mereka terpaksa mengajukan pinjaman ke bank, namun kesulitan saat membayar angsuran karena ternak yang mereka beli dengan pinjaman tersebut mati.

Hal tersebut dirasakan peternak kambing yang tergabung dalam Kelompok Peternak Kambing KPP Pangestu yang berada di Dusun Kemirikebo Desa Girikerto Kecamatan Turi Sleman. Dicontohkan, mereka mengajukan pinjaman ke bank sebesar Rp 10 juta untuk selanjutnya dibelikan dua ekor kambing. Namun, belum dua minggu satu ekor kambing tersebut mati. Sedangkan pinjaman bank tetap harus dibayarkan.

“Ini diluar dugaan beberapa peternak. Sudah mengajukan pinjaman dan dibelikan kambing. Baru dua minggu, kambingnya mati. Akibatnya beberapa dari anggota kami sampai dikejar-kejar bank,” kata Amanta salah satu anggota kelompok saat menerima rombongan dari Komisi B DPRD DIY, Kamis (16/7).

Kendala di permodalan tersebut, berimbas pada produksi susu. Hampir semua jenis kambing di KPP Pangestu hanya bisa memproduksi 1-1,5 liter susu perhari atau harga satu ekornya sekitar Rp 2 juta. Sedangkan untuk kambing yang kulitasnya bagus atau yang harganya berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta, produksi susunya bisa mencapai 4-5 liter perhari. “Imbasnya, kami kesulitan saat dalam melayani permintaan. Saat ini, kami baru mampu memenuhi 30 persen dari total permintaan yang masuk,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI