Peternak Kambing PE Pangestu Turi Kesulitan Modal

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu menjelaskan, karena KPP Pangestu ini dari segi legalitas sudah ada, maka akan lebih mudah jika ingin mengakses bantuan dari pemerintah. Termasuk permodalan. Baik berupa tunai, ternak, kandang maupun fasilitas pendukung lainnya. Terkait kondisi di KPP Pangestu, Dwi Wahyu mengusulkan agar segera dibentuk koperasi.

“Karena itu yang paling mudah. Mau mengakses modal berupa uang tunai, mendapatkan ternak, kandang atau alat produksi bisa. Karena pemerintah tidak bisa memberikan bantuan modal ke perseorangan. Tapi tetap harus mengangsur, karena sistemnya dana bergulir. Bunganya juga tidak besar, hanya 3 persen pertahun. Itu tentu lebih mudah dibandingkan bank. Selain itu juga akan ada pendampingan,” ungkapnya.

Sementara itu dari pemerintah pusat sendiri ternyata mengalokasikan dana hingga Rp 220 miliar di sektor peternakan melalui mekanisme KUR. Di DIY sendiri mendapatkan Rp 780 juta. “Dana tersebut dapat diakses. Ini akan meringatan peternak dibandingkan yang komersil. Apalagi sampai saat ini serapannya masih kecil,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY V Barudin. (Awh)

BERITA REKOMENDASI