Peternak ‘Mutung’, Harga Daging Ayam Naik

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mendekati hari raya Idul Fitri ada sejumlah bahan makanan yang mengalami kenaikan harga. Salah satunya harga daging ayam dan bawang merah yang cenderung naik belakangan ini.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sleman Nia Astuti mengatakan, naiknya harga daging ayam ini sebenarnya sudah diprediksi. Pasalnya pada awal-awal bulan puasa kemarin, harga daging ayam sempat merosot tajam. Sehingga peternak ayam ‘mutung’ dan tidak beternak untuk periode berikutnya. Menurut Nia, karena hal tersebut justru sekarang terjadi kelangkaan dan menyebabkan harga daging ayam cenderung naik.

“Dari pemantauan kami memang ada kecenderungan naik, saat ini berkisar Rp 36.000 per kilo di pasar. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar mendorong para peternak agar mulai beternak lagi,” papar Nia kepada KRJOGJA.com, Kamis (21/5/2020).

Nia mengungkapkan, meski mulai beternak saat ini terbilang terlambat karena masyarakat membutuhkan saat Lebaran nanti. Masyarakat bisa mencari subsitusi pengganti ayam saat harganya relatif naik. Misalnya sumber protein berupa ikan, telur atau bahan makanan lainnya. “Kalau harga telur relatif stabil. Harga daging ayam normalnya di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per kilonya,” tandas Nia.

Selain harga daging ayam, harga bawang merah dan bawang putih juga relatif masih tinggi. Saat ini harga bawang merah di kisaran Rp 45.000 per kilogram. Nia menambahkan, tingginya harga bawang merah ini disebabkan faktor cuaca. Apalagi saat ini Brebes belum panen raya. Seharusnya sudah memasukk musim kering tapi nyatanya masih hujan. Sehingga banyak produknya yang rusak karena hujan. “Kalau bawang merah normalnya di kisaran Rp 30.000 per kilo,” pungkas Nia.(Aha)

BERITA REKOMENDASI