PGSD – UAD Dampingi SD Muhammadiyah di Minggir

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun pelajaran 2020/2021 untuk semua jenjang sekolah telah usai. Penerimaan rapor untuk SD juga telah dilaksanakan pekan lalu (18 Juni 2021). Seluruh sekolah kini tengah melaksanakan PPDB dan menyambut tahun pelajaran baru 2021/ 2022.

Kebijakan tatap muka terbatas yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa saat yang lalu tentu membutuhkan persiapan yang matang, terutama menyiapkan pembelajaran luring dan daring. “Belum lagi, isu pembatalan kebijakan tatap muka di wilayah DIY masih belum ada kepastian,” kata Ika Maryani MPd, Sekretaris Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UAD, Rabu (23/06/2021).

Dijelaskan Ika Maryani, kondisi Pandemi Covid-19 yang semakin melonjak di Yogyakarta tentu akan berdampak pada perubahan kebijakan yang serba cepat. Oleh karena itu, penyiapan guru dalam menghadapi kondisi tersebut sangat urgen dilakukan.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Minggir mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi 35 guru SD dalam menyiapkan pembelajaran untuk tahun pelajaran baru. Tema pelatihan dan pendampingan ini adalah tentang Pembelajaran terintegrasi TPACK menggunakan platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kondisi baik luring, daring, maupun blended learning.

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juni 2021 dengan mengundang lima narasumber yang terdiri dari Dr Sri Tutur Martaningsih MPd, Ika Maryani MPd, Vera Yuli Erviana MPd, Laila Fatmawati MPd serta Muhammad Ragil Kurniawan MPd. Masing-masing narasumber memberikan materi tentang pembelajaran TPACK dan berbagai platform digital yang dapat digunakan oleh peserta dalam menyiapkan pembelajaran semester depan.

Dalam sambutannya, Dr Sri Tutur Martaningsih MPd selaku Kaprodi PGSD – UAD menyampaikan, kompetensi guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. “Namun demikian, tantangan di masa Pandemi ini ternyata menuntut guru untuk ekstra bekerja keras agar pembelajaran tetap berjalan optimal, walaupun hasilnya belum maksimal,” kata Sri tutur Martaningsih, Sabtu (19/06/2021).

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Minggir, H Ngadimin SPd MPd menambahkan, pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan guru di lingkungan PCM Minggir terutama untuk menyambut tahun pelajaran baru. “Tugas guru di masa pandemi ini sangat berat, selain harus memastikan peserta didik menguasai materi, juga harus berkolaborasi dengan orangtua dalam pendampingan putra-putrinya selama belajar di rumah,” kata H Ngadimin SPd MPd.

Pelatihan dilaksanakan secara daring selama 4 hari berturut-turut, kemudian peserta diberi waktu untuk menyelesaikan produk berupa perangkat pembelajaran yang akan digunakan semester depan. Dalam prosesnya, seluruh narasumber mendampingi penyusunan perangkat dan pada bulan Juli 2021 nanti akan dilaksanakan diseminasi oleh peserta.

“Produk yang telah didiseminasikan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengajar, tim dari PGSD UAD menyusunnya sebagai sebuah buku kumpulan perangkat pembelajaran SD yang merupakan karya kolaboratif antara dosen PGSD UAD dan guru SD Muhammadiyah Kecamatan Minggir.” kata Ika Maryani. (Jay)

BERITA REKOMENDASI