Pilkada Serentak 2018, PKS Minta Kadernya Jauhi Politik “SARA”

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 sebentar lagi bakal terjadi di 171 daerah di Indonesia. Para calon kepala daerah bakal bertarung memperebutkan hati rakyat agar terpilih menjadi pemimpin paling tidak lima tahun kedepan. 

Momen tersebut tak jarang menjadi ajang perang program antar calon yang kemudian berimbas pada saling serang mencari kelemahan. Tidak sedikit yang lantas berakhir pada aksi kampanye hitam dengan melibatkan Suku Agama Antar Golongan (SARA) untuk mengalahkan lawan politiknya. 

Fakta inilah yang kemudian diwanti-wanti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar tak dilakukan oleh kader-kadernya yang turun dalam kontestasi pilkada 2018 ini. Presiden PKS M Sohibul Iman mengatakan partainya tegas menolak terkait isu SARA dalam pilkada nanti. 

“PKS tegas masalah isu SARA tak digunakan dalam pilkada terutama memfitnah orang dengan isu-isu tersebut. Kami minta kader PkS menggunakan positif campaign yang lebih mengedepankan program unggulan calon. Kami yakin calon partai ini punya potensi positif dan ini jadi daya tarik,” ungkapnya pada wartawan di sela acara puncak Rembug Legislator di Hotel Alana Kamis (15/2/2018). 

Meski berbasis partai umat Muslim, namun PKS dengan tegas juga meminta kadernya untuk keluar sebagai tokoh yang menjunjung nasionalisme dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat. “Terpenting program, rangkul semua pihak termasuk simpul masyarakat dari berbagai agama. Tunjukkan PKS mampu hadir dalam setiap masalah dan membantu mengurainya,” sambung Sohibul. 

Namun meski demikian, Sohibul tak melarang kadernya melakukan negatif campaign dalam usaha mencari kelemahan lawan dalam ajang Pilkada nantinya. “Kalau kami cukup negatif campaign tapi bukan black campaign yang menceritakan kelemahan lawan tapi tak ada faktanya. Namun di sini saya tekankan pada kader bahwa paling tidak 75 persen harus utamakan positif campaign,” tegasnya. 

PKS sendiri tutur dalam 143 dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2018. 20 persen diantaranya kader PKS turut secara langsung menjadi calon baik pemimpin maupun wakilnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI