Pilkada Sleman Dipastikan Tanpa Calon Independen

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pilkada Sleman akhirnya dipastikan tidak diramaikan bakal pasangan calon dari jalur perseorangan atau independen. Pasalnya, hingga jadwal pendaftaran ditutup, Minggu (24/2) pukul 00.00, tidak ada calon perseorangan yang menyerahkan berkas pendaftaran. Padahal sebelumnya ada dua bakal paslon yang telah melakukan bimtek ke KPU Sleman.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Trapsi Haryadi menerangkan, dua bakal paslon dari jalur perseorangan hingga hari terakhir tenggat waktu yang diberikan tidak menyerahkan dokumen. Saat rakor pekan lalu, keduanya meminta perpanjangan waktu.

”Pasangan Wajiman dan Sindu Kurniawan saat rakor sebelum penyerahan sudah menyampaikan hal itu (perpanjangan waktu). Sedangkan paslon Haris Nugroho dan Imam Heru Purnomo tanggal 23 Februari malam menyampaikan mengundurkan diri. Sehingga secara hukum, keduanya dinyatakan batal menyerahkan dokumen,” beber Trapsi.

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Buruh DIY Bergerak, Tolak Omnibuslaw ‘Cilaka’
Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan

Menurut Trapsi, dua bakal paslon membutuhkan waktu untuk melengkapi dokumen termasuk memenuhi kuota jumlah dukungan sesuai persyaratan. Konstitusi sudah membuka peluang bagi masyarakat umum yang ingin maju menjadi calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan maupun parpol.

”Bimtek dan help desk juga sudah dilaksanakan. Konsultasi dan rapat koordinasi juga sudah. Dari paslon sudah berupaya keras untuk memenuhi persyaratan tetapi di tanggal 23 Februari hingga pukul 00.00 batal menyerahkan dokumen persyaratan,” ungkap Trapsi.

Ditambahkan, saat rakor bakal paslon sempat menyampaikan agar jumlah pendukung dikurangi. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan karena persyaratan sudah diatur undang-undang. ”Mereka harus mengumpulkan jumlah dukungan 58.096. Tapi kami belum masuk ke penghitungan jumlah dukungan, mereka sudah menyampaikan perpanjangan waktu,” tutup Trapsi. (Aha)

BERITA TERKAIT