Pilkada Sleman Jangan Sampai Terjebak Politik Identitas

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kabupaten Sleman bersiap menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) beberapa bulan kedepan. Banyak pihak berharap pilkada di kabupaten terkaya DIY tersebut berlangsung demokratis dan tak lagi terjebak pada politik identitas seperti yang terjadi di daerah lain selama ini.

Kompartemen Ideologi DPP PA GMNI Arief Surahman mengungkap pilkada merupakan pesta demokrasi yang diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kembali meneguhkan identitas dan nilai-nilai kebangsaan. Secara khusus Arief menaruh perhatian pada politik identitas yang selama pemilu 2019 lalu terjadi dan berimbas pada banyak hal.

“Jangan sampai, politik identitas yang terjadi selama Pemilu 2019 lalu terulang kembali selama Pilkada nanti. Ini bisa dilakukan mana maka kandidat yang diusung partai politik peserta Pilkada tidak mengangkat politik identitas tetapi lebih pada program yang ditawarkan,” ungkap Arief pada media Minggu (16/2/2020).

Daerah dengan tingkat intoleransi tinggi biasanya rentan menjadikan politik identitas sebagai isu utama. Seorang kandidat akan dengan mudah menggoreng isu agama dan identitas untuk menyerang lawannya.

“Akan sulit untuk mengobati masyarakat yang sudah terjebak dengan politik identitas. Apa yang terjadi di DKI Jakarta itu salah satu contohnya di mana ada kerusakan yang mendalam dan susah untuk mengobatinya. Sampai saat ini belum selesai,” ungkapnya lagi

Sementara Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa mengingatkan agar Pancasila tetap dipegang teguh menjadi alat perekat keberagaman Indonesia. Pendidikan karakter kuat harus ditanamkan mulai dari keluarga hingga masyarakat agar Keindonesiaan benar-benar bisa diwujudkan bukan hanya teori semata.

“Meskipun di sekolah formal juga diajarkan pendidikan karakter, namun yang paling tepat pendidikan karakter ditanamkan mulai dari keluarga hingga masyarakat. Tujuannya agar nasionalisme benar-benar tertanam dalam sebuah bangsa. Bagaimanapun bangsa ini dibentuk terdiri dari keluarga-keluarga, masyarakat sehingga terbentuk satu ikatan nasionalisme,” tegas dia.

Selain Sleman, dua kabupaten lain yakni Gunungkidul dan Bantul juga bersiap menggelar pilkada pada 2020 ini. Diharapkan, di dua daerah tersebut tak terjadi politik identitas yang hanya akan merugikan masyarakat sendiri. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI