Pilkada Sleman, Satu Paslon Independen Serahkan Surat Mandat

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pilkada Sleman 2020 dimungkinkan bakal diikuti calon perseorangan atau independen. Meski persyaratan dukungan cukup besar, namun sudah ada sejumlah calon yang menghubungi KPU Sleman terkait persyaratan dukungan untuk calon perseorangan.

"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 4 calon yang konsultasi ke KPU terkait persyaratan untuk calon perseorangan maju dalam Pilkada Sleman. Dari 4 calon tersebut, satu calon telah menunjukkan keseriusannya dengan menyerahkan surat mandat," ungkap Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman Noor Aan Muhlishoh di Press Room Humas Pemkab Sleman, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Aan, surat mandat tersebut sudah menyebutkan nama calon bupati dan wakil bupati lewat jalur perseorangan lengkap dengan timnya. Dengan adanya surat mandat tersebut, calon tersebut secara tidak langsung sudah menunjukkan keseriusannya untuk ikut Pilkada Sleman 2020. Namun untuk langkah berikutnya, KPU tinggal menunggu penyerahan berkas persyaratan, termasuk bukti dukungan dari masyarakat.

Menurut Aan, pendaftaran bagi pasangan calon perseorangan dalam Pilkada Sleman 2020 mulai dibuka pada Februari 2020. Pengumuman terkait hal tersebut pun sudah dipublikasikan sejak 3 hingga 16 Desember 2019. "Tahapan pertama proses pendaftaran tersebut adalah penyerahan syarat dukungan pada 19-23 Februari 2019," kata Aan.

Sementara Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi memastikan, verifikasi dukungan pasangan calon perseorangan akan dilakukan KPU Sleman dengan kroscek hingga ke rumah warga. "Berkas syarat dukungan yang sudah diserahkan akan kami verifikasi secara administrasi pada 19-26 Februari 2019. Proses verifikasi dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah tiap warga yang memberikan dukungan pada paslon independen," jelasnya.

Sesuai persyaratan, pasangan calon perseorangan wajib mendapatkan minimal 58,096 dukungan dan tersebar di minimal 9 kecamatan. Warga pun diberi kesempatan untuk mengklarifikasi apakah benar-benar memberi dukungannya atau tidak. "Bisa dikatakan proses ini seperti sensus, bukan sampling, jadi warga akan kami datangi satu persatu," tambah Trapsi.(Has)

BERITA REKOMENDASI