Pinasthika XVIII, Dorong Potensi Agensi Lokal Lampaui Batas

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, (KRJOGJA.com) – Fakta mengenai dominasi agensi multinasional dalam design dan periklanan, menggugah Pinasthika untuk mengembangkan potensi agensi lokal. Pinasthika berkomitmen selalu solid menumbuhkan talenta-talenta kreatif melalui workshop yang bertema  'Upgrade Kreatifitas Bersama Indonesia Hottest Creative Person', Jumat (15/12/2017).

"Melihat ajang citra pariwara, advertising nasional dan lainnya kebanyakan adalah agensi multinasional yang berada di Jakarta," ungkap Affi Khresna selaku Chief Happiness Officer Pinasthika Creativestival.

Padahal menurutnya agensi lokal di Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan kota lainnya mampu bersanding dengan karya karya kreatif dari agensi agensi Jakarta. Oleh karena itu, Pinasthika dalam acara workshop ketiganya di Indoluxe Jogjakarta Hotel, mengundang pembicara yang relevan dengan dunia advertising dan design dewasa ini.

Diikuti oleh puluhan peserta workshop, Pinasthika mengundang beberapa pembicara, yaitu Djito Kasilo sebagai kreatif konsultan, Narrada Comunication yang disampaikan oleh Nia Nugroho dan Berakar Komunikasi yang diwakili oleh Hari Prasetyo dan Abi Haq Nazar. Dimana kedua agensi ini merupakan agensi lokal yang sedang naik daun di dunia periklanan.

Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk memahami berpikir dengan strategi kreatif, memahami target audiens, dan berkomunikasi dengan mereka.

"Kita harus bisa fokus memilih media yang tepat digunakan sehingga pesan dari brand yang sedang ditangani dapat tersampaikan, entah itu TV, Radio, koran dan lainnya" tambah Affi dalam sambutannya sebelum membuka acara workshop.

Workshop Pinasthika sendiri pada awalnya hanya diperuntukkan bagi finalis  adstudent yang berjumlah sekitar 10 orang. Materinya yang bisa dicerna, sehingga dapat membantu agensi agensi, fresh graduate, dan mereka yang baru masuk dunia industri kreatif terutama advertising untuk beradaptasi. Harapannya mereka dapat mengetahui pola kerja biro advertising, biro design, dan perusahaan kreatif lainnya.

Menurutnya, bahkan akhir akhir ini banyak perusahaan mulai dari start up maupun perusahaan yang tidak bergerak di industri kreatif mulai tertarik untuk membentuk tim internal untuk mengembangkan ide ide kreatif, bagaimana mulai membranding, mengangkat brand maupun promo secara lebih cepat dan responsif.

"Tantangan ke depan, batasan antara perusahaan kreatif dan yang bukan semakin kabur garisnya. Banyak orang orang yang menguasai aplikasi Corel Draw maupun Photoshop yang kemudian menamakan dirinya sebagai orang kreatif karena semua eksekusinya sudah ada digital printing", pungkasnya. (Maylatul Aspiya)

 

BERITA REKOMENDASI