PMI Pusat Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional Kepada Pemkab Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat serahkan bantuan tiga kendaraan operasional kepada PMI Kabupaten Sleman melalui Pemerintah Kabupaten Sleman di lobi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (11/11/2020). Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sumarsono kepada Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sumarsono dalam kesempatan tersebut menyampaikan penyerahan bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan upaya dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Sleman dalam persiapan menghadapi resiko terjadinya bencana Merapi. Mengingat Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini telah melakukan evakuasi terkait adanya perubahan status Merapi menjadi siaga.

Adapun bantuan kendaraan operasional yang diserahkan PMI Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu berupa satu unit kendaraan tangki air yang bersifat hibah, satu kendaraan tangki air pinjam pakai dan satu unit kendaraan hagglund yang bersifat pinjam pakai.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan adanya bantuan yang diberikan oleh PMI Pusat ini dapat membantu terkait operasional PMI Kabupaten Sleman dalam menyediakan kebutuhan masyarakat Sleman seperti air bersih, khususnya bagi masyarakat yang telah di evakuasi di barak pengungsian Merapi. Dalam kesempatan tersebut juga Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan secara langsung bantuan kendaraan operasional tersebut kepada Ketua PMI Kabupaten Sleman, Sunartono.

Saat ini, adanya kenaikan status siaga Gunung Merapi menjadi perhatian dari berbagai pihak, salah satunya PMI Pusat, selain upaya evakuasi masyarakat, hal lain yang menjadi perhatian yaitu masih adanya pandemic Covid-19 yang perlu diwaspadai.

Terkait hal tersebut, Sri Purnomo juga menuturkan bahwa di lokasi barak pengungsian erupsi Merapi, dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu juga dilakukan proteksi dimana tidak sembarang orang bisa masuk dan keluar wilayah pengungsian untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19 kepada masyarakat di barak pengungsian yang didominasi oleh lansia dan anak-anak. (*)

BERITA REKOMENDASI