PN Sleman Eksekusi Gudang Senilai Rp 25 M

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Setelah mengalami penundaan, akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Sleman berhasil melakukan eksekusi gudang senilai Rp 25 miliar di Jalan Prambanan Piyungan tepat di selatan Polsek Prambanan Bokoharjo Prambanan Sleman, Rabu (28/08/2019). Eksekusi dilakukan setelah gugatan penggugat atau termohon Suhartinah terhadap tergugat atau pemohon ditolak pengadilan tingkat pertama sampai Peninjauan Kembali (PK).

"Pelaksana eksekusi ini menjadi kewenangan pengadilan untuk melaksanakan isi putusan untuk memberikan kepastian hukum atas perkara tersebut," ujar salah satu kuasa hukum pemohon eksekusi kepada wartawan disela eksekusi.

Disebutkan, sebelum dilakukan eksekusi pihak pengadilan telah melakukan sesuai dengan prosedur seperti melakukan anmaning dan peringatan terhadap termohon. Sehingga pelaksanaan eksekusi dilakukan untuk melakukan isi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum.

Disebutkan, sebelumnya pihak pemohon eksekusi Nora Laksono warga Semarang Jawa Tengah berdalih telah membantu membebaskan 15 sertifikat milik termohon eksekusi Suhartinah yang hendak disita bank. Dari 15 sertifikat tersebut sebanyak 11 sertifikat dilakukan jual beli dan 3 sertifikat dikembalikan.

Tetapi dalam perjalanan, termohon eksekusi mengajukan gugatan pembatalan jual beli, tetapi gugatan tersebut ditolak sampai tingkat kasasi di MA, bahkan PK juga ditolak. Untuk itulah tergugat mengajukan permohonan eksekusi terhadap obyek yang telah dibelinya.

Sementara kuasa hukum penggugat atau termohon eksekusi, Oncan Poerba SH menyatakan, pengadilan seharusnya tidak melakukan eksekusi sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Tetapi ternyata dalam putusan yang dieksekusi ada perbuatan tindak pidana menyangkut bukti surat yang diajukan.

Karena dalam perkara tersebut telah terjadi tindak pemalsuan tanda tanda pengajuan pengeringan tanah yang dilakukan staf notaris Aziz Zamkarim yang dilaporkan di Polres Sleman dan telah divonis 1 tahun penjara oleh PN Sleman. Selain itu dalam laporan kedua di Polda DIY, penyidik telah menetapkan tergugat atau pemohon eksekusi Nora Laksono dan Notaris Tri Agus Heryono SH dan stafnya Aziz Zamkarim sebagai tersangka baru. Apalagi saat ini pemohon eksekusi telah ditahan Polda DIY setelah ditetapkan sebagai tersangka.

(Hak Jawab) Kuasa Hukum Azis Zamkarim Bantah Kliennya Bersalah dan Jadi Tersangka Baru

"Atas laporan polisi tersebut agar diselesaikan dengan baik dan diproses sampai ke pemanggilan. Hal ini untuk mengungkap dugaan keras adanya pemalsuan dan memasukkan keterangan palsu pada akta yang dibuat notaris," tegas Oncan.

Sementara Hani Kuswanto SH, penasihat hukum Nora Laksono dari Nanggala Law Office mengaku bahwa kliennya telah ditahan sekitar seminggu. Untuk itu pihaknya akan melakukan pendampingan secara maksimal untuk membela hak-hak hukumnya.

"Kami mempertanyakan mengapa klien kami yang ditahan, sementara notaris Tri Agus Heryono yang ditetapkan sebagai tersangka utama tak dilakukan penahanan," tegasnya. (Usa)

BERITA REKOMENDASI