Pohon Tua Perkotaan Jadi Prioritas Penebangan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman terus melakukan upaya penebangan pohon pohon yang dinilai rentan roboh. Penebangan diutamakan di jalan-jalan perkotaan untuk mengantisipasi kecelakaan atau korban jiwa akibat robohnya pohon.

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengaku melakukan penebangan pohon di sejumlah titik. Misalnya di sepanjang Jalan Ringroad, Jalan Magelang, Jalan Kaliurang dan beberapa titik lain yang dinilai banyak pohon rindang dan memiliki akar lapuk.

“Penebangan pohon dengan memotong ranting-ranting yang sudah lebat. Biasanya batang utamanya tetap disisakan paling tidak 7 meter. Tapi jika akarnya sudah lapuk ya ditebang semua agar tidak membahayakan,” terangnya.

Baca juga :

Bendung Narkoba Masuk Desa, APBDes Perlu Anggarkan Program P4GN
Durasi Rambu Ditambah, Jalan Letjend Suprapto Mulai Terurai

Dwi mengaku, sejauh ini pihaknya melakukan penebangan pohon mengandalkan dua tim dan dua alat. Namun sumber daya manusia yang bertugas melakukan penebangan ini memang dinilai masih kurang.

Satu tim, melakukan penebangan ke titik-titik hasil penyisiran DLH Sleman. Sedangkan tim lainnya, melakukan penebangan di titik-titik sesuai aduan masyarakat.

Menurut Dwi, dalam sehari biasanya satu tim hanya bisa menebang 4-5 pohon saja. Pasalnya untuk memangkas satu pohon bisa memakan waktu lama. Apalagi jika harus menutup jalan, belum lagi jika ada kabel listrik di sekitar ranting-ranting pohon.

“Kalau tim dan alatnya memang masih kurang. Harapannya di anggaran perubahan, kami bisa menambah alat, minimal satu lagi,” tandas Dwi.

Selain fokus menebang pohon yang rawan roboh, DLH Sleman juga rutin menanam pohon yang berfungsi sebagai perindang jalan. Baru-baru ini pihaknya menanam pohon di Jalan Affandi Depok. Biasanya untuk program penanaman pohon, dipilih pohon yang batangnya kuat, tidak cepat besar tapi tetap bisa berfungsi sebagai perindang jalan.

“Biasanya pohon Tanjung yang dipilih. Jadi selain menebang pohon yang lapuk karena tua dan membahayakan, kami juga punya program penanaman pohon di jalan,” beber Dwi.

Dwi mengimbau, agar pengendara motor maupun mobil lebih baik berhenti dulu jika terjadi hujan disertai angin. Mengingat belakangan ini cuaca ekstrem sering terjadi. Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan swadaya penebangan ranting atau dahan jika memang dianggap sudah meresahkan pengguna jalan.

“Kalau menunggu dari kami terlalu lama, masyarakat bisa melakukan secara mandiri dengan alat yang dimiliki,” pungkas Dwi. (Aha)

BERITA TERKAIT