Polda DIY Bakal Tindak Tegas Oknum Polisi Hamili Pacar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polda DIY telah menerima laporan dari OKD (28) perempuan warga Trimulyo Sleman yang mengaku telah dihamili dan dianiaya oleh oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta berinisial DP (24) yang tak lain merupakan pacarnya. Polda DIY melalui Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto menegaskan akan menindak oknum anggota Polri tersebut sesuai aturan yang ada jika nantinya memang benar dinyatakan bersalah.

"Kita sudah menerima laporan tentang oknum anggota Polresta Yogyakarta yang dilaporkan oleh OKD. Pelapor mendapat penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Polresta," kata Yulianto di Mapolda DIY, Selasa (06/08/2019).

Baca juga :

Hamili Pacar, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda DIY
Pengacara Janda Cantik Dihamili Oknum Polisi Cabut Surat Kuasa

Yulianto membenarkan jika OKD melaporkan Bripda DP dengan pasal penganiayaan dan pelanggaran kode etik. Untuk pidananya telah ditangani Ditreskrimum, sedangkan pelanggaran etika akan ditangani Propam Polda DIY.

"Kalau nanti dalam pemeriksaan itu dia melanggar dari kode etik Kepolisian maka dia akan dilakukan sidang kode etik Jepolisian. Nanti reserse yang akan melaksanaan pemeriksaan, jadi ada dua pemeriksaan di Propam dan reserse," imbuhnya.

Yulianto juga menegaskan Polda DIY tak akan mentolelir anggotanya jika memang benar bersalah. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan pelapor sebagai saksi korban untuk melengkapi berkas pemeriksaan.

"Yang jelas kita tidak mentolelir perbuatan anggota yang seperti itu, akan ada tindakan. Penanganan saat ini masih di Polda. Apakah nanti dilimpahkan ke polresta, dilihat perkembangannya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta berinisial DP (24) dilaporkan ke Ditreskrimum dan Propam Polda DIY karena telah menghamili kekasihnya, OKD (28) warga Trimulyo Sleman. Akibat perbuatan oknum aparat berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) ini, korban kini hamil tiga bulan. Selain menghamili pacarnya dan tak mau bertanggungjawab, Bripda DP juga melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap korban.

Korban melaporkan Bripda DP ke Polda DIY pada Jumat (02/08/2019) lalu. Didampingi kuasa hukum, korban melaporkan Bripda DP atas tidak penganiayaan sebagaimana tertulis dalam pasal 351 KUHP dan pelanggaran kode etik seperti diatur dalam Perkap Kapolri nomor 14 tahun 2011. (Ive)

BERITA REKOMENDASI