Polda DIY Berharap Tidak Ada Pergerakan Massa Ke Jakarta

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan tidak ada indikasi pengerahan massa ke Jakarta. Sebagai antisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah kesiagaan jika terjadi pengerahan massa ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 22 Juni 2019 besok.

"Kami sudah mengantisipasi kesigapan anggota seperti pelaksanaan operasi ketupat juga. Kita sudah mengimbau dari sekarang, tidak ada indikasi untuk arah ke sana dari Yogyakarta," kata Dofiri kepada wartawan usai apel konsolidasi di Mapolda DIY, Kamis (13/06/19).

Tingkat kerawanan, lanjut Dofiri, mungkin dapat terjadi disaat ada ketidak puasan yaitu dengan terjadinya pengerahan massa. Namun sejauh ini imbauan baik dari kepolisian maupun pihak lain sudah dilakukan.

"Sejauh ini kan masyarakat sudah diimbau. Bahkan sama pak Prabowo, massa untuk tidak datang ke MK. Semoga imbauan inipun sampai kepada warga khususnya Yogyakarta. Karena Yogya ketika demo 21-22 Mei kondusif, tidak terlalu signifikan yang datang ke Jakarta," ucapnya penuh harap.

Rencananya akan digelar nonton bareng atau video conference sidang sengketa Pilpres. Lokasi yang dipilih adalah kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM). Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan UGM untuk pengamanan.

"Kita juga berkoordinasi dengan UGM. Kalau itu jadi dilaksanakan kita siap untuk mengamankan. Adapun untuk jumlah personel pengamanan nantinya menyesuaikan kondisi di lapangan," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Danrem 027 Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Muhammad Zamroni menegaskan jajarannya siap membantu kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas.

"Kita tetap back up, insyaallah Yogya tetap kondusif. TNI-Polri akan terus bersinergi," pungkasnya. (Ive)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI