Polda DIY Petakan Titik Rawan Gesekan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kampanye terbuka telah dimulai. Pihak kepolisian sudah memetakan titik rawan terjadi gesekan antarpendukung capres cawapres tertentu. Selain itu selama tahapan kampanye terbuka ini, kepolisian juga akan menindak tegas penggunaan knalpot blombongan.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gesekan, kampanye terbuka dilakukan secara linier. Saat pasangan 01 melakukan kampanye, partai pengusung otomatis juga akan berkampanye.

Begitu juga sebaliknya, saat pasangan 02 yang melaksanakan kampanye. Dengan pembagian ini, harapannya tidak ada gesekan di lapangan karena yang kampanye merupakan satu koalisi.

"Kami akan berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk teknis pengamanan yang lebih rinci. Termasuk lapangan yang akan digunakan berkampanye," terang Ahmad Dofiri kepada wartawan akhir pekan lalu.

Kapolda menerangkan, selain pengamanan di lokasi kampanye, jalur para partisipan kampanye serta titik-titik rawan juga menjadi fokus pengamanan. Terlebih setelah selesai kampanye, lebih rentan terjadi gesekan.

"Belajar dari pengalaman saat kampanye yang sifatnya terbatas saja bisa terjadi gesekan. Apalagi dengan kampanye terbuka, potensi gesekan lebih besar," tandas Kapolda.

Namun demikian, Kapolda yakin pelaksanaan kampanye terbuka bisa berjalan lancar. Terlebih dengan kerjasama baik semua pihak. KPU dan Bawaslu juga akan mengumpulkan masing-masing partai politik terkait tata cara pelaksanaan kampanye terbuka dilakukan.

Kapolda juga mengimbau agar melakukan deklarasi damai serta memberikan pemahaman hingga ke level bawah agar tidak terjadi gesekan. Kapolda menambahkan, masyarakat yang berpartisipasi tetap mengingat keselamatan dan ketertiban berlalulintas. Pihaknya akan menindaktegas peserta kampanye yang menggunakan knalpot blombongan.

"Kemarin kami sudah melakukan tindakan tegas sehingga kampanye terbuka kali ini sudah jauh berkurang. Jika tidak ada surat-surat ya kendaraan akan dikandangin. Paling tidak mereka akan ditilang. Jika pakai knalpot blombongan ya mereka harus mengganti knalpot sesuai peruntukannya," tandas Ahmad Dofiri. (R-2)

BERITA REKOMENDASI