Polda DIY Selidiki Dugaan Investasi Bodong PT KAS

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mewaspadai PT. KAS (inisial) yang menawarkan profit tinggi dalam bentuk kerjasama. Dia menyebut adanya investasi ilegal alias bodong dengan kerugian sekitar 9 Milyar.

"Kemarin kami terima laporan polisi dari masyarakat yang menyampaikan sebagian isinya tentang investasi yang tidak benar, karena baru menerima LPnya, kami baru saja membentuk tim untuk melakukan penyelidikan khusus," kata Utomo kepada wartawan. Selasa (16/07/19). Hal itu disampaikan pada saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolda DIY.

Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo saat memberikan keterangan pers di Mapolda DIY

Peristiwa bermula adanya laporan dari Bertha Bednar (pelapor) yang melaporkan AF sebagai terduga dari pihak PT. KAS. Dari keterangan pelapor, modus yang dilakukan AF dengan cara memberikan tawaran investasi kerjasama di bidang penjualan obat-obatan herbal. Melalui investasi itu, Af memberikan iming-iming profit 12 persen perminggu. "Sementara modusnya seperti itu, kami belum tahu, ini nampaknya dia memodifikasi antara MLM dengan penamaan investasi bentuk kerja sama," jelasnya.

Lebih lanjut, data sementara yang sudah masuk sekitar 350 orang di Yogyakarta yang menjadi korban. Oleh karena itu, dia mengimbau jika ada yang merasa dirugikan, silahkan membuat laporan polisi atau datang ke polda DIY.

"Dari yang kami ambil keterangannya, mereka menyerahkan sejumlah uang, kemudian atas uang itu mereka diberikan profit. profit itu yang kemudian tidak diterima setelah sekian bulan dan mereka akhirnya melapor dengan total kerugiannya sekitar 9 Miliyar. Karena yang investasi berbeda-beda," ucapnya.

Sementara itu pihaknya mengaku saat ini belum memanggil Af untuk dimintai keterangannya. Af juga belum diketahui keberadaanya.

"Mereka bisa lari tapi tidak akan pernah bisa sembunyi, kalau mau menyerahkan diri lebih baik itu pertanggungjawaban, kalau tidak mau pada prinsipnya kita akan melakukan penyelidikan secara tuntas," pungkasnya. (Ive).

 

BERITA REKOMENDASI