Polisi Ajak ‘Emak-Emak’ Cegah Klitih dan Radikalisme

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ajakan mencegah paham radikalisme, dilakukan Polda DIY kepada semua lapisan masyarakat, tak terkecuali ibu rumah tangga atau emak-emak.

Menurut Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Rudi Heru Susanto SH MH, ibu rumah tangga punya peran penting dalam mencegah bahaya radikalisme. Dari beberapa kasus bom bunuh diri di Indonesia, tak sedikit yang melibatkan wanita sebagai pelakunya, bahkan mereka mengajak serta anak dan suami. “Ada kasus, pelaku bernama Ika Puspitasari, ia tularkan faham radikalisme kepada Dewi Anggraini. Kemudian Dewi Anggraini menularkan ‘penyakitnya’ pada suaminya yang akhirnya tewas jadi bomber di dalam areal Polresta Medan beberapa waktu lalu,” ungkap Kombes Rudi saat menjadi pembicara dalam dialog yang digelar komunitas ‘Supermom’ bekerja sama dengan Direktorat Binmas (Dirbinmas) Polda DIY di Sahid Rich Hotel, Kamis (13/2).

Contoh kasus tersebut, menurut Kombes Rudi, menjadi catatan bahwa peran wanita dalam mencegah radikalisme sangat penting. Dengan acara yang dihadiri puluhan ibu-ibu dari lintas komunitas wanita itu, diharapkan peserta dapat menyampaikan bahaya radikalisme kepada keluarga maupun lingkungan dan komunitasnya. Dalam kesempatan kemarin, Kombes Rudi juga mendukung kebijakan pemerintah menolak eks WNI yang menjadi kombatan ISIS kembali ke Indonesia. “Menurut saya, pantas menolak mantan-mantan ISIS kembali ke pangkuan NKRI,” pungkasnya.

Ketua Komunitas Supermom, Diah Erna Susanti mengatakan, tema yang diambil dalam dialog adalah ‘peran komunitas wanita dalam mencegah klithih, hoaks, intoleransi, radikalime dan terorisme’. Tema itu diambil sesuai dengan isu yang berkembang saat ini, sehingga peserta yang hadir dapat memahaminya. “Selama ini kan kita cuma dengar apa itu klitih, apa itu radikalisme. Dengan dialog ini kita jadi paham, sehingga sebagai ibu rumah tangga, kita ikut berperan dalam mencegahnya,” ujar istri mantan Kapoltabes Yogya, Kombes Pol Slamet R Santoso itu. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI