Polisi Diharap Pertimbangkan Perdamaian HS-Agni

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – UGM Senin (4/2/2019) menyampaikan ikhwal perdamaian pelaku pencabulan saat masa KKN di Pulau Seram Maluku, HS dan korban bernama Agni (bukan nama sebenarnya) mahasiswi Fisipol UGM. Pihak kampus menegaskan tidak adanya pemaksaan sehingga perdamaian tersebut dipastikan berasal dari keinginan kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang sempat ramai di berbagai lini media empat bulan terakhir. 

Meski sudah berdamai secara internal, namun kasus dugaan pencabulan dan perkosaan tersebut masih bergulir di ranah kepolisian, Polda DIY. Pelapor, Arif Nurcahyo yang merupakan Kepala Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus UGM masih belum mencabut laporan yang dilayangkannya pun kemudian pihak kampus menyanggah bahwa Arif mewakili institusi. 

Rektorat UGM melalui Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno mengatakan pihaknya tak ingin memaksa Arif mencabut laporan terkait kasus tersebut. Sifat yang bukan delik aduan membuat tidak adanya pengaruh karena polisi tetap memiliki kewenangan untuk memproses dugaan pencabulan tersebut setelah mendapat perhatian masyarakat. 

“Laporan merupakan hak warga negara dan siapapun bisa melapor. Kami tidak meminta menarik dan kasus ini bukan delik aduan sehingga kepolisian bisa memproses dugaan tindakan ini tanpa harus ada laporan dari pihak manapun,” ungkapnya pada wartawan di ruang Rektor UGM Senin (4/2/2019). 

Namun begitu, UGM menurut Djagal berharap kepolisian memiliki pandangan lain dengan adanya akta perdamaian antara HS dan Agni dengan disaksikan langsung oleh pihak kampus. Pihak UGM pun siap berkirim surat resmi yang menyampaikan adanya perdamaian di internal kampus kepada Polda DIY. 

“Kami sampaikan proses kepolisian dan UGM tetap independen tapi kami akan sampaikan secara resmi ke kepolisian untuk beri pertimbangan pada kepolisian untuk mengambil langkah lebih lanjut. Harapan kami kepolisian bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam kasus tersebut,” ungkapnya lagi. 

Sebelumnya diberitakan, rektor UGM Prof Panut Mulyono menyampaikan pada wartawan adanya akta perdamaian antara HS dengan Agni di ruang rektor disaksikan beberapa saksi yakni Dekan Fisipol UGM, Dekan Fakultas Teknik UGM dan juga pendamping hukum masing-masing. Perdamaian tersebut dinilai menyudahi kasus keduanya yang sempat ramai diperbincangkan orang terkait dugaan pencabulan dan perkosaan yang dilakukan saat KKN di Pulau Seram Maluku Juli 2017 lalu. 

Panut mengatakan bahwa pihak kampus meminta keduanya melakukan konseling di psikiater sesuai ketentuan yang telah disyaratkan. Keduanya lantas didorong untuk bisa lulus pada Mei 2019 mendatang. 

HS sendiri sudah selesai melaksanakan studi sejak beberapa waktu lalu dan tinggal menanti wisuda saja. Sementara di sisi lain, Agni masih mengerjakan penelitian skripsi di jurusan Fisipol UGM. (Fxh)

 

UGM

BERITA REKOMENDASI