Polisi Gerak Cepat, 6 Remaja Pelaku Klithih di Jakal Digulung

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Enam remaja pelaku kejahatan jalanan, digulung polisi kurang dari 24 jam setelah kejadian. Dalam kondisi terpengaruh miras, pelaku yang seorang di antaranya pelajar ini, melakukan tindakan yang oleh masyarakat disebut dengan klithih.

Korbannya adalah dua pelajar, DH (16) yang mengalami luka bacok di punggung, telapak tangan robek, jari telunjuk nyaris putus dan dua gigi patah. Sedangkan FDS (16) warga Sleman, mengalami luka lebam dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Kaliurang Sinduharjo Ngaglik Sleman, Senin (27/12) dini hari.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK didampingi Kapolres Ngaglik Kompol Anjar Istriani SE mengatakan, membenarkan saat kejadian, para pelaku dalam pengaruh miras. Keenam pelaku adalah RM (18), WW (18), AN (19) ketiganya warga Sleman dan HA (19), MF (18) serta MB (17) warga Kota Yogya.

“Barang bukti yang kami sita berupa clurit, sajam jenis gergaji yang sudah dimodifikasi, pecahan botol miras dan tiga unit sepeda motor untuk sarana. Motif tersangka karena emosi ketika bertemu korban di TKP, apalagi saat itu mereka dalam pengaruh miras,”kata AKBP Wachyu di Mapolres Sleman, Rabu (29/12).

Dari hasil pemeriksaan, peran tersangka RM membacok korban dengan clurit, WW, HA dan AN memukul korban dengan helm. MF memukul korban menggunakan knalpot, MB melempar korban dengan botol.

Sebelum melakukan penganiayaan, para tersangka mengadakan acara di daerah Kaliurang, kemudian konvoi dan akhirnya bertemu dengan korban. Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Budi Karyanto menambahkan, diduga masih ada pelaku lain lain enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu Wakapolda DIY Brigjen Pol R Slamet Santoso SIK menyampaikan, tindakan tegas dan terukur akan dilakukan Polda DIY bagi pelaku kejahatan. Tak terkecuali pelaku kejahatan yang beraksi saat malam tahun baru, termasuk klithih.

“Terkait kejahatan gangguan kamtibmas selama tahun baru, nanti akan kita laksanakan secara profesional dan proporsional. Tergantung situasi, jika mengganggu keamanan nyawa masyarakat satu pun, kita lakukan tindakan hukum tegas yang sesuai aturan,” ujar Wakapolda DIY Brigjen Pol R Slamet Santoso SIK usai jumpa pers akhir tahun di Rich Hotel, Rabu (29/12). (Ayu)

 

 

BERITA REKOMENDASI