Polres Sleman Gulung Komplotan Pengedar Upal

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komplotan pengedar uang palsu (upal) dibekuk Reskrim Polres Sleman saat akan transaksi di daerah Jombor, Sleman. Lima pelaku dua di antaranya pasangan suami-istri diamankan dengan bukti upal sebesar 500 juta. Mereka adalah ES (52) warga Kebumen, SS (52), AD (54), SH (43) dan SW (41) keempatnya asal Pemalang, Jateng.

Kaur Bidang Operasional Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pudjo SH menjelaskan, untuk mengiming-imingi calon korban, kawanan ini menjanjikan, upal bisa disetorkan tunai ke ATM. “Kepada calon korban, mereka menyatakan jika kualitas upal sangat bagus dan mendekati aslinya. Bahkan pelaku juga menjanjikan 40 persen upal bisa disetorkan tunai ke ATM,” ungkap Sri Pudjo di Mapolres Sleman, Senin (16/11).

Kanit Tipiter Ipda Sulistyo Bimantoro menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal informasi masyarakat adanya tawaran upal yang biasa disebut abangan. Polisi bergerak dengan menyamar sebagai calon pembeli yang tertarik dengan tawaran tersebut. Setelah intens berkomunikasi melalui WhatsApp dengan salah satu pelaku, polisi menyanggupi akan membeli upal sebesar 500 juta dengan uang Rp 150 juta. Awalnya transaksi disanggupi akan berlangsung di daerah Prambanan. Rupanya, pelaku mencium aroma polisi sehingga transaksi dibatalkan.

Pantang menyerah, polisi berhasil menggiring komplotan itu untuk transaksi di daerah Jombor. Sekitar pukul 20.00, dua di antara pelaku yakni ES dan AD datang membawa upal yang dijanjikan. Mereka mencoba mengelabuhi petugas, dengan menyelipkan uang asli Rp 100.000 di tiap bandel upal. “Sepintas, memang terlihat seperti uang asli, namun saat kami periksa, ternyata upal sehingga langsung kami amankan. Dari penangkapan keduanya, tiga pelaku lainnya berhasil kami amankan, sedangkan seorang yang diduga bos kawanan ini yang berada di Wonosobo, masih kami buru,” terang Ipda Sulistyo kepada wartawan.

BERITA REKOMENDASI