Polres Sleman Kehabisan Blangko Rekam Sidik Jari

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Sleman meningkat drastis. Sejak awal pekan ini saja, pemohon SKCK mencapai 500 orang perhari. Peningkatan ini menyebabkan Polres Sleman kehabisan blangko rekam sidik jari.

Kasubag Humas Polres Sleman, AKP Haryanta, mengatakan pada hari biasa pemohon SKCK berkisar 100 hingga 200 orang perhari. Namun sejak ada pengumuman lowongan CPNS, pemohon SKCK meningkat hingga lebih dari 500 orang tiap harinya.

Baca juga :

Website Pendaftaran Seleksi CPNS Sulit Dibuka

Tak Bisa Daftar CPNS, Tenaga Honorer K2 Mengadu Bupati

"Peningkatan pemohon SKCK mulai terjadi sejak Senin kemarin. Untuk membantu pelayanan, ada penambahan personel juga," jelas AKP Haryanta.

Untuk pelayanan pemohon SKCK dilayani pukul 08.00 hingga 14.00. Namun petugas tetap lembur untuk menyelesaikan pengetikan pada lembar SKCK.

"Proses pengetikan tetap dilembur agar pemohon SKCK bisa mengambil keesokan harinya. Kalau dibandingkan pemohon SKCK saat pendaftaran caleg tempo hari, lebih banyak saat bukaan lowongan CPNS kali ini,” imbuh Haryanta.

Haryanta mengaku, membludaknya pemohon SKCK menyebabkan blangko rekam sidik jari di Polres Sleman habis. Padahal sejak awal September, blangko rekam sidik jari yang diberikan Polda DIY ke Polres Sleman mencapai 2.000 lembar.

"Kami memberikan solusi, pemohon SKCK yang belum mempunyai rekam sidik jari bisa membuat ke Polda DIY. Tapi untuk pengurusan pembuatan SKCK tetap di Polres Sleman karena harus sesuai domisili,” tandas Haryanta. (R-2)

BERITA REKOMENDASI