Polres Sleman Turunkan Tim Khusus Buru Dokter Palsu PSS

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus ijazah palsu melibatkan eks dokter tim PSS Sleman, Elwizan Aminuddin terus berjalan di Polres Sleman. Saat ini polisi membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan Elwizan yang sudah mangkir dari satu kali pemanggilan Polres Sleman.

Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan Elwizan Aminuddin dari manajemen PSS Sleman dua minggu silam. Polisi menurut Kapolres sudah mendapatkan barang bukti dan memeriksa lima orang saksi dari manajemen PSS.

“Barang bukti sudah kita amankan terkait ijazah, surat pernyataan dari Universitas Syahkuala (Aceh) yang menyatakan yang bersangkutan bukan mahasiswa dari sana juga beberapa bukti lain. Terlapor ini sudah kita panggil namun tidak datang. Diduga sekarang ada di luar daerah, iya statusnya DPO,” ungkap Kapolres, Kamis (16/12/2021).

Polisi mendapatkan informasi bahwa Elwizan saat ini berada di luar pulau Jawa dan masih dalam pencarian. Polres Sleman pun membentuk tim khusus untuk menangkap Elwizan yang diduga melakukan tindak kejahatan pemalsuan dokumen dalam hal ini ijazah.

“Kita sudah turunkan tim khusus dan kita upayakan untuk mencari yang bersangkutan ini. Saksi sudah kami periksa termasuk pernyataan dari universitas sudah sangat kuat, jadi bisa dilakukan penahanan dengan sangkaan pasal 263 KUHP yang ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun,” tandas Kapolres.

Polisi sendiri sudah cukup alat bukti dan saksi untuk menetapkan Elwizan Aminuddin sebagai tersangka. Elwizan diketahui sudah dipanggil satu kali atas dugaan pemalsuan dokumen tersebut namun tidak menjawab.

“Kami sudah satu kali panggil, tapi orangnya tidak ada. Namun begitu, alat bukti dan saksi sudah cukup sebetulnya termasuk pernyataan dari universitas sudah sangat kuat. Bukti kontrak dia di PSS juga kuat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT PSS, Hempri Suyatna menyatakan pihaknya menyerahkan segala langkah hukum kepada pihak kepolisian. PSS Sleman sudah melaporkan Elwizan dan berharap polisi menerapkan proses hukum pada yang bersangkutan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI