Potensi Alam Mendukung, ‘Dewi’ di Sleman Kebanyakan Tarawarkan Outbond

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman akan terus mengembangkan potensi yang dimiliki desa wisata (dewi). Tujuannya, agar antara desa wisata bisa menawarkan atraksi yang berbeda sehingga bisa menarik banyak wisatawan.

Bukan tanpa sebab. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih, dari 47 dewi di Sleman kebanyakan desa wisata saat ini menawarkan atraksi yang sama. Berupa outbond. Padahal jika dikembangkan dengan baik, potensi yang dapat ditawarkan akan bisa lebih beragam.

Saat ini ada desa wisata baru yang masuk kategori perintis. Desa wisata Bromonilan dan Desa Wisata Budaya Rajek Wetan Tirtoadi Mlati.

"Saya berharap untuk kedua desa wisata yang masih berstatus sebagai perintis tersebut tidak terbatas pada outbond saja. Namun lebih ke budaya," katanya, Minggu (8/9).

Hal itu menurut Sudarningsih, sesuai dengan program nasional, pengembangan kawasan strategis pariwisata yang di fokuskan ke budaya. Ini juga cocok dengan lokasi Dewi Bromonilan yang berada di Kecamatan Kalasan. Pengembangan wisata di Kalasan akan lebih ditekankan ke sektor budaya.

"Sleman timur akan kita fokuskan ke budaya. Sedangkan untuk pengembangan wisata di Sleman barat lebih ke pertanian," katanya.. (Awh)

BERITA REKOMENDASI