PPBI Sekar Jagad Usung Misi Tingkatkan Taraf Hidup Dari Membatik

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Meningkatkan taraf hidup perempuan di Yogyakarta menjadi satu gebrakan yang dilakukan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad. Salah satunya dengan pembinaan membatik yang dilakukan PPBI Sekar Jagad bersama pemerintah daerah. 

Ketua III PPBI Sekar Jagad Afif Syakur mengatakan, memperingati Hari Kartini merupakan agenda tahunan Sekar Jagad. Para tamu undangan diajak untuk memakai busana tradisional dari daerah lain. “Kami juga mengajak sekitar 18 kelompok perempuan di Yogya. Melalui kegiatan ini, Sekar Jagad ingin menekankan soal kebersamaan. Tidak hanya peringatan Kartini tapi juga rasa nasionalisme melalui busana daerah,” terang Afif saat ditemui di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo Sabtu (21/4). Peringatan Hari Kartini juga diisi lelang 100 karya pembatik binaan PPBI Sekar Jagad.

Dalam acara bertema ‘Dengan Semangat Kartini, Bangkit dan Majulah Perempuan Indonesia’ juga dibacakan essai bertema Kartini, Perempuan dan Batik Indonesia. Selain itu juga ditampilkan 100 karya batik binaan Sekar Jagad. Menurut Afif melakukan pembinaan terhadap pembatik  sudah dilakukan tiga tahun belakangan ini. 

“Kami ingin menjadikan batik sebuah komuditas ekonomi yang bisa meningkatkan perekonomian perempuan dan keluarganya. Karena apapun yang terjadi pekerjaan membatik bisa dilakukan sambilan. Tapi mendatangkan pendapatan yang cukup. Jika bisa ditularkan ke semua masyarakat akan bagus sekali,” beber Afif.

Afif menambahkan, melalui kegiatan ini sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama perempuan. Membatik juga merupakan bagian dari wanita dan bisa membantu perekonomian keluarga. Kodratnya terap perempuan namun secara pola pikir, kemampuan dan usaha mengelola ekonomi keluarga sangat dibutuhkan. “Gebrakan-gebrakan ini yang dilakukan tiap bulan oleh PPBI Sekar Jagad,” tandas Afif.

Koordinator acara Karina Rima Melati menerangkan, pada acara ini dibacakan tiga essai yang berhasil meraih juara tiga besar. Lomba essai sendiri sudah dibuka sejak satu bulan lalu dan pesertanya tidak hanya dari Yogya tapi juga Makasar, Kalimantan, Pamekasan Madura dan Depok, Jawa Barat. “Total ada 37 peserta dan 28 diantaranya dari Yogya. Untuk juara tiga besar, juara satu dan dua justru seorang laki-laki. Para pemenang akan mendapat uang pembinaan dari GKBRAy Adipati Pakualam,” tandas Rima. (R-2)

 

BERITA REKOMENDASI