PPDB SD/SMP Sleman Gunakan Sistem Zonasi, Ini Wilayahnya

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN,KRjogja.com – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sleman dipastikan tetap menggunakan sistem zonasi. Untuk jenjang SD pembagian zonasi berdasarkan padukuhan. Sedangkan untuk SMP terbagi dalam empat korwil atau kecamatan.

Dari 54 SMP negeri, terbagi dalam empat zona. Zona barat meliputi sekolah yang ada di Kecamatan Godean, Moyudan, Gamping, Minggir dan Seyegan. Zona tengah, meliputi Kecamatan Mlati, Ngaglik, Sleman dan Tempel. Zona timur, Kecamatan Prambanan, Berbah, Kalasan dan Depok. Sedangkan zona utara, untuk kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Ngemplak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini menuturkan, pada dasarnya tidak ada perbedaan dengan tahun lalu. Hanya saja, jika tahun lalu hanya boleh mendaftar dalam satu zona yang sama. Tahun ini bisa memilih di luar zona. Dengan konsekuensi, tambahan nilainya hanya 10.

"Kalau mendaftar dalam satu zona, ada tambahan nilai 20. Kalau diluar zona tapi dalam satu kabupaten tambahannya hanya 10. Sedangkan dari luar kabupaten tidak ada tambahan nilai," ujarnya, Selasa (8/5).

Ketika disinggung kenapa pembagian zonasi tidak menggunakan ukuran jarak, Sri Wantini menegaskan karena tidak ada batasan ukuran yang jelas. Jarak dari mananya. "Mengukur jarak berdasarkan apa? Dikhawatirkan akan muncul perdebatan, sehingga kami memilih berdasarkan kecamatan," ungkapnya.

Hal yang perlu diperhatikan, adalah zonasi bukan lokasi sekolah. Melainkan berdasarkan alamat sesuai dengan Kepala Keluarga (KK). Dicontohkan, calon siswa rumahnya di Kalasan tapi sekolahnya di Seyegan, maka yang bersangkutan tetap masuk di zona timur. Jika memang ingin mendaftar sekolah di Kecamatan Seyegan, tidak masalah. Hanya saja tambahan nilainya hanya 10. (Awh)

BERITA REKOMENDASI