PPKM Darurat, Resepsi Pernikahan Ditiadakan!

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bupati Sleman Kustini SP mengungkapkan, dari hasil laporan seluruh Panewu secara umum penerapan PPKM Darurat di Sleman berjalan dengan baik. Namun demikian, masih ditemui sejumlah pedagang yang melanggar kebijakan PPKM Darurat.

“Dari laporan hasil operasi penegakkan pada masa PPKM Darurat, dari tanggal 3 sampai dengan 9 Juli 2021, terdapat 186 pelanggaran. Jumlah pelanggaran tersebut mengalami penurunan setiap harinya di sejumlah Kapanewon,” beber Bupati pada evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kabupaten Sleman secara virtual, Senin (12/7/2021).

Bupati memberikan arahan kepada seluruh Panewu untuk terus melakukan monitoring penerapan PPKM Darurat. Mengingat saat ini jumlah kasus Covid-19 di Sleman mencapai angka 27.273 kasus.

Dalam evaluasi tersebut, Bupati juga menjelaskan terdapat perubahan atas kebijakan PPKM Darurat yang tercantum dalam Intruksi Bupati Sleman Nomor 17/INSTR/2021. Perubahan kebijakan tersebut kemudian ditetapkan dalam Intruksi Bupati (Inbup) Sleman Nomor 18/INSTR/2021. Adapun kebijakan yang mengalami perubahan yaitu, jika dalam Inbup Sleman Nomor 17/INSTR/2021 pelaksanaan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan batas kehadiran 30 orang, dalam Inbup Sleman Nomor 18/INSTR/2021 pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

BERITA REKOMENDASI