Praktik Jual Beli Arca Mataram Kuno Patut Jadi Perhatian

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY mengamankan arca dan antefik (unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar bangunan candi dengan bentuk segitiga meruncing) dari warga di Dusun Warak Kidul Desa Sumberadi Mlati Sleman Yogyakarta. Kedua Benda Cagar Budaya (BCB) itu pertama kali ditemukan pemilik rumah Slamet tahun 2000 lalu.

Berdalih tidak tahu hendak melaporkan ke mana, temuan itu selama 17 tahun tidak dilaporkan ke instansi terkait, dan hanya dibiarkan tergeletak begitu saja di rumah. Bahkan, kedua batu itu juga sempat ingin dibeli seseorang namun tidak diberikan.

Informasi temuan batu ini sampai ke BPCB DIY setelah ada yang memposting di media sosial dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim BPCB DIY, Kamis (28/12/2017), dengan mendatangi rumah Slamet.

Menurut keterangan sang pemilik rumah, arca itu pertama kali ditemukan sekitar tahun 2000 saat ia menggali tanah untuk tempat pembuangan sampah. Masih di sekitar rumah Slamet, juga ditemukan antefik ketika ia ingin membuat sumur resapan di kedalaman 30 centimeter.

"Saat kita datangi rumah Pak Slamet, ia mengaku tidak tahu mau melaporkan ke mana. Jadi hanya didiamkan saja selama 17 tahun," kata Staf Unit Kerja Penyelamatan dan Pengamanan BPCB DIY Yudistiro Tri Nugroho, Jumat (29/12/2017).

Arca yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman Mataram Kuno tersebut memiliki tinggi 90 centimeter, lebar 29 centimeter dan tebal 27 centimeter. Sedangkan untuk antefik memiliki panjang 30 centimeter, tinggi 29 centimeter dan tebal 18 centimeter. Tim BCPB DIY belum bisa memastikan nama arca tersebut. Karena saat ditemukan kondisinya tidak utuh. Kepala dan tangannya hilang.

"Tapi itu pasti bagian dalam Desa Candi. Kalau dugaan sementara peninggalan sekitar Abad ke-9. Karena di sekitar Desa Sumberadi sebelumnya juga pernah ditemukan beberapa batuan cagar budaya," ujarnya.

Hal yang diwaspadai pertama kali oleh Tim BPCB DIY adalah dugaan jual beli arca. Mengingat dari pemilik rumah sendiri juga mengatakan hal demikian. Untuk itu, meski belum bisa dipastikan tentang identitas arca dan antefik, Tim BPCB DIY langsung melakukan pengamanan terlebih dahulu.

BPBC DIY sudah rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika ada yang menemukan atau melihat benda yang dicurigai sebagai BCB diimbau untuk segera melaporkan ke petugas. Mengingat itu termasuk peninggalan sejarah.

Terkait kasus di Dusun Warak Kidul Desa Sumberadi Mlati, Kepala BPCB DIY Ari Setyastuti menduga, warga sudah merasa biasa dengan hal-hal demikian. Pasalnya di lokasi tersebut memang cukup sering ada temuan BCB. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkannya.

"Kalau warga mencurigai itu adalah BCB harap segera melaporkan. Jika setelah dilakukan analisis ternyata itu hanya batuan biasa, akan kita kembalikan. Namun kalau itu BCB, si penemu akan kita beri penghargaan," ungkapnya.(Awh)

Baca Juga: Ikutan Daftar Ini Yuk.. Pasti Suka

BERITA REKOMENDASI