Pramuka Kwarcab Sleman Latihan Penanggulangan Bencana

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bertempat di Desa Wisata/Kampung Pramuka Bromoliman Purwomartani Kalasan Sleman, Tim Instruktur Saka Bhayangkara Seyegan Sleman dipimpin Kak Annas Nur Prasetyanto, Jumat-Minggu (5-7/11/2021) menggelar ‘Pemberian Materi dan Display Peralatan Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana’. Acara tersebut sebagai bagian kegiatan Orientasi Pramuka Peduli Kwarcab Sleman Tahun 2021, diikuti puluhan anggota Pramuka Kwarcab Sleman.

Selain melaksanakan Display tim instruktur juga berbagai pengalaman mengenai kegiatan Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana yang pernah dilaksanakan di antaranya dalam partisipasi mitigasi bencana bersama relawan, evakuasi pohon tumbang akibat puting beliung, giat SAR evakuasi korban laka air di Turi Sleman, evakuasi kebakaran, dan bakti sosial serta gotong royong pascabanjir di Bantul.

Menurut Annas Nur Prasetyanto, dalam kegiatan kebencanaan atau SAR and Rescue dalam Saka Bhayangkara masuk dalam kategori Krida Penanggulangan Bencana Alam. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (5-7/11/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dam dibuka oleh Sekretaris Kwartir Cabang Slemam Kak Murdiwiyono SPd MPd, mewakili Kepala Kwarcab Sleman serta pemateri lainnya dari Kwarcab Sleman, BPBD Kabupaten Sleman, dan Kwarda DIY.

Latihan kebenacanaan bertujuan agar anggota Pramuka Sleman bisa aktif dan berpartisipasi dalam membantu kegiatan penanganan bencana. Apalagi dalam pergantian musim seperti sekarang ini, Pramuka dapat bermanfaat untuk masyarakat sebagai peran nyata.

“Keberadaan Pramuka tidak sekadar berseragam saja, tetapi harus mampu membuktikan kepada masyarakat tentang darma baktinya ketika dibutuhkan, di antaranya membantu korban benacana alam,” jelas Annas Nur Prasetyanto.

Dalam kesempatan sama, Annas Nur Prasetyanto menyampaikan saat ini semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan terkait dengan kemungkinan terjadinya bencana alam akibat musim penghujan. Banjir dan tanah longsor harus menjadi perhatian utama, karena pengaruh hujan yang turun berhari-hari. Karena itu, warga yang tinggal di bantaran sungai harus waspada jika sewaktu-waktu terjadi luapan air sungai. Demikian pula warga yang tinggal di perbukitan, harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI