PRD Siapkan Konsep Bangun Papua

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Nasib Papua kedepan akan menjadi isu yang bakal diprioritaskan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dalam pemilu 2024 mendatang. Walau pesta demokrasi tersebut masih lima tahun lagi, namun PRD yang dikenal sebagai partai pergerakan ini telah mulai menyusun konsep untuk memajukan Bumi Cendrawasih tersebut.

“Pemerintah dituntut untuk mengubah cara pandang dalam melihat Papua tak hanya semata ditempatkan sebagai kesatuan teritorial saja. Namun Papua harus ditempatkan sebagai satu kesatuan nasib dan cita-cita seluruh masyarakat bangsa ini,” tegas Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono usai membuka Musyawarah Besar Pemuda dan Mahasiswa Papua yang digelar di Hotel Rich Yogyakarta, Senin (05/08/2019) malam.

Agus mengatakan persoalan bangsa akan daerah secara kualitas sama, namun Papua merupakan permasalahan yang menonjol karena memiliki potensi disintegrasi. Permasalahan tersebut tak boleh terjadi dan harus diselesaikan dengan melibatkan berbagai pihak yang ada di Papua.

"Jadi kita berusaha mendudukan persoalan Papua dengan cara yang benar, dengan konsep yang benar dan dengan jalan keluar yang benar. Sehingga proses yang selama ini ada dapat diselesaikan dengan cara damai,” tambahnya.

Agus menganggap selama ini Papua selalu dijadikan obyek eksploitasi maupun kapitalisasi oleh segelintir orang. Karena hal tersebut, masyarakat Papua yang seharusnya bisa menikmati kekayaan alam yang dimilikinya namun justru mereka hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

Dalam kesempatan ini Agus juga menegaskan jika di Nangroe Aceh Darusalam (NAD) boleh memiliki partai lokal, maka di Papua juga seharusnya ada. Suku-suku di Papua semestinya dapat dijadikan sebagai bagian dari eksistensi politik, sama halnya dengan partai lokal di Aceh.

“Begitu pula dengat otsus (otonomi khusus). Keberadaan dewan adat maupun kepada suku harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan mulai dari proses legislasi, proses budgeting, termasuk proses pengawasan. Nanti kita memiliki konsep bagaimana kelembagaan otsus harus diubah supaya programnya sesuai yang diinginkab suku-suku dan dewan adat yang ada,” jelas Joko.

Disinggung mengenai kesiapan PRD mempersiapkan 2024, Joko menegaskan hal itu telah mulai dilakukan. Saat ini partai yang didirikannya bersama Budiman Sudjatmiko dan Daniel Indrakusuma tersebut telah memiliki kepengurusan hampir di seluruh provinsi di tanah air dan hanya menyisakan Sumatrea Barat, Kalimanran Barat, Kalimantan Selatan serta Kalimantan Tengah saja.

Joko juga optimis lima tahun kedepan PRD akan berbicara banyak dalam pemilu mendatang. Partai-partai tua yang saat ini ada menurutnya akan ditinggalkan pemilih karena dianggap tidak bisa menjawab persoalan pada bangsa.

“Lama-kelamaan akan ditinggalkan konstituen, apalagi jika mereka tidak punya konsep bagaimana menjawab persoalan bangsa ini kedepan. Artinya partai-partai baru seperti PRD memilki peluang yang sangat besar di 2024 secara politik,” tegasnya. (Van)

PRD

BERITA REKOMENDASI