Program Vaksinasi Bagi Siswa Dimulai

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun yang digelar di SD Pangukan, Sabtu (18/12/2021). Vaksinasi yang diikuti pelajar sekolah dasar ini diikuti sekitar 430 siswa dari tiga sekolah.

“Vaksinasi anak di Sleman bisa dimulai hari ini. Ternyata antusias anak-anak ini sangat besar untuk bisa vaksin, karena semuanya sudah merindukan bisa sekolah dengan normal kembali,” ungkap Kustini.

Kustini menuturkan tiga sekolah yang siswanya mengikuti jalannya vaksinasi hari ini dari SDN Pangukan, SDN Tridadi dan SDN 1 Sleman. Adapun jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi anak adalah jenis Sinovac.

“Hari ini yang ikut vaksin baru 430 anak. Tapi besok (minggu depan) ada 1.500 anak yang divaksin di SDN Sukoharjo,” kata Kustini.

Untuk teknis vaksinasi, Kustini menyebut siswa dari beberapa sekolah akan dikumpulkan dalam satu lokasi yang sudah memenuhi kriteria. Tujuannya, agar pelaksanaan vaksinasi lebih mudah dikarenakan sasaran vaksin nantinya ditarget 1.500 per lokasi.

“Tujuan kita tentu agar efektif dan cepat karena sasaran kita sekitar 90 ribu siswa. Makanya lokasi yang dipilih yang benar-benar sesuai standar untuk jumlah 1.500 peserta tiap lokasi. Itu nanti pengelompokannya tiap kapanewon,” terang Kustini.

Kustini berharap dengan dimulainya vaksinasi anak usia 6-11 tahun, capaian vaksinasi di Kabupaten Sleman bisa mendekati 100 persen pada akhir tahun ini. Ia juga berpesan kepada siswa dan wali siswa untuk dengan penuh kesadaran berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi anak demi terwujudnya kekebalan tubuh komunal pada anak.

“Supaya bisa kembali melaksanakan PTM dan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (PTM) di sekolah. Namun jangan lupa walau telah menjalani vaksinasi tetap wajib menjaga protokol kesehatan (prokes), masker jangan sampai dilupakan,” tegas Kustini.

Sementara, Reyhanna Aninditya Fasha (11) salah satu siswa SD Tridadi mengaku sempat takut dan was-was ketika akan disuntik vaksinasi. Namun ketika sudah mendapatkan giliran, rupanya ia tidak merasakan sakit sama sekali.

“Deg-degan sih, tapi saya semangat divaksin supaya sehat dan bisa sekolah lagi serta dapat bermain dan berkumpul bersama dengan teman-teman,” tambah siswa yang akrab disapa Fasha. (Van)

BERITA REKOMENDASI