Prostitusi Online di Twitter, Bayar Dulu Baru Dikasih Link..

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepolisian Daerah (Polda) DIY berhasil mengungkap kasus prostitusi online melalui aplikasi jejaring sosial twitter. Dua tersangka berhasil diamankan yakni HP (25) warga Tanjung Penyembal, Riau dan CK (23) warga Maguwoharjo.

Tersangka HP terbukti menawarkan perempuan kepada sejumlah pria hidung belang dengan menggunakan aplikasi Twitter. Sebanyak 15 akun twitter sebagai tempat untuk beriklan dan ajang komunikasi dengan para pelanggan untuk melakukan transaksi boking (perempuan panggilan).

"15 akun Twitter ini masih-masing berisi perempuan panggilan, lengkap ada foto dari masing-masing akun. Nanti pelanggan bisa milih yang mana kemudian Chat di twiter untuk buat kesepakatan. Tapi yang mengelola semua akun ini tersangka HP," tutur Kabid humas polda DIY AKBP Yuliyanto kepada para wartawan.

Sistem kerja prostitusi online, sebelum pelaku (lelaki hidung belang) dapat memesan perempuan di 15 akun twitter tersebut, pelaku harus membayar uang diawal sebesar Rp. 300 ribu rupiah untuk bisa masuk ke alamat link yang akan dituju pelaku.

Tarif perboking menurutnya akan berbeda-beda tergantung bagaimana kesepakatan kedua belah pihak. Namun untuk pembagian bayarannya antara HP dan CK, 70 persen untuk PSK (perempuan panggilan) dan 30 persen bayaran untuk mucikari.

Menurut Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Edi Sutanto Saat ini tersangka HP sudah ditahan di Mako Polda DIY sejak 5 hari yang lalu. Tersangka HP berhasil ditangkap dikediaman kost tersangka yang berada di Wilayah Sleman. (Ive)

BERITA REKOMENDASI