Punya Potensi Putar Rp 70 Triliun, Peternak Ayam Kampung Dirikan KOPAKUB

Drh Hari Wibowo yang di daulat membidangi urusan pakan, kesehatan dan pengembangan KUB 2 di KOPAKUB menambahkan saat ini pihaknya menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan DOC Janoko sebanyak 1 juta ekor. Pihaknya sudah merancang skenario pengembangan DOC Janoko hingga generasi ketiga yang diharapkan bisa membawa kemanfaatan maksimal bagi peternak.

“Untuk mensupport pengembangan DOC KUB 2 Janoko tersebut, kami sudah merancang pendirian pabrik pakan mini dengan kapasitas 5 ton /hari di Klaten. Pabrik ini efektif didirikan di lokasi yang ada populasi ayamnya minimal 50 ribu ekor. Karena itu, dengan menjadi anggota KOPAKUB ini, peternak sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa KOPAKUB ini akan memperoleh kemudahan,” ungkapnya.

Hari mengatakan skema 1 juta Janoko ini nantinya akan sangat menarik di mana para peternak akan bisa mendapatkan 30 ribu ekor perbulan terdiri dari jantan dan betina. Koperasi akan ikut mendampingi memaksimalkan indikan untuk nantinya disebarkan dari Sabang sampai Merauke.

“Dari 15 ribu untuk indukan betina, kalau diseleksi indukan baik ada sekitar 12 ribu. Itu kalau menelur sesuai program sampai 200 dan ditetaskan minimal 100 ekor saja maka kita siap di tahap kedua dapat 1,2 juta ekor. Ini peternak generasi kedua mendapat dari indukan sebelumnya. Nanti ke tahap berikutnya lagi ada 48 juta. Ini bisa menghimpun 20 ribu peternak. Kalau saat ini harga ayam Rp 35 ribu per ekor maka kita punya peluang memutar Rp 1,7 triliun. Bagaimana kalau program 1 juta bisa terpenuhi, kita bisa putar Rp 70 triliun,” tandas dia.

BERITA REKOMENDASI