Purnapugar Selesai, Tidak Ada Candi ‘Bubrah’ di Prambanan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Serangkaian pemugaraan beberapa candi di kompleks Candi Prambanan tahun 2017 dipastikan usai Kamis (14/12/2017). 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menutup secara langsung rangkaian pemugaran sekaligus meresmikan berdirinya kembali Candi Perwara Deret 11 Nomor 35 dan Candi Bubrah yang kini telah tersusun indah kembali. 

Direktur pelestarian cagar budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal
Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harry Widianto
mengatakan pemugaran tersebut dilaksanakan sebagai bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengembalikan situs warisan dunia yang ditemukan dalam keadaan runtuh. Setelah bertahun-tahun sebelumnya melaksanakan pemugaran Candi Prambanan, Candi Sewu dan Candi Lumbung maka kini pemerintah bertekad menyempurnakan dengan melaksanakan hal sama pada Candi Bubrah dan Perwara Deret ll Nomor 35. 

“Pemugaran Candi Perwara Deret II Nomor 35 berlangsung selama 11 bulan di mana sebelumnya dilangsungkan serangkaian studi sebagai dasar atau acuan akademis kegiatan pemugaran tersebut. Pemugaran ini sangat penting karena sebagian besar candi-candi yang terdapat di kawasan warisan dunia ini telah berada dalam kondisi runtuh ketika pertama kali ditemukan kembali dan dicatat oleh orang-orang Eropa yang berkunjung ke daerah Prambanan pada sekitar akhir abad ke-18,” ungkapnya. 

Anggaran pemugaran kedua candi tersebut mencapai hampir Rp 15 miliar. Candi Perwara Rp 1,8 miliar sementara Candi Bubrah Rp 13 miliar dan dibagi dalam 7 tahapan sejak tahun 2011 lalu. 

"Pemerintah ingin mengembalikan konstruksinya seasli mungkin seperti saat dibangun nenek moyang dahulu, dan hari ini secara resmi berakhir," ungkapnya lagi. 

Mendikbud Muhadjir Effendy berharap setelah dilakukan pemugaran yang tak kalah penting adalah keseriusan dalam pemeliharaan. Tak Lupa mengajak seluruh instansi terkait termasuk pemerintah daerah untuk bersama menjaga keindahan warisan dunia di Kompleks Candi Prambanan. 

“Menurut saya, kita ini biasa membangun tapi tak memelihara dan ternyata masih banyak sekali anak candi yang dipulihkan kembali keberadaannya dan ini merupakan tanggungjawab kita semua agar lingkungan di candi ini semakin indah dan permai. Saya kira perlu perhatian bersama pemda di samping pemerintah pusat,” terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI