Puskesmas Depok 3 Inisiasi Program ‘Top Big Bos’

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Jumlah balita kegemukan (obesitas) di wilayah Desa Caturtunggal Depok Sleman mengalami peningkatan. Tahun 2016 angkanya sebesar 4,84% dan naik menjadi 6,21% pada tahun 2017. Meskipun angka itu masih dibawah angka nasional 11,9%, Puskesmas Depok 3 berupaya menurunkannya dibawah 5%.

Ahli Gizi Puskesmas Depok 3, Indah Falsafi STer Gz mengatakan, Desa Caturtunggal yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Depok 3 termasuk kawasan perkotaan padat penduduk dengan total penduduk lebih dari 65.000 jiwa. Banyaknya perguruan tinggi dan pusat perekonomian di wilayah ini turut menambah jumlah hunian baik sebagai pekerja maupun mahasiswa. "Tingkat kesejahteraan masyarakat Caturtunggal yang cukup tinggi disinyalir beriringan dengan jumlah balita gemuk yang semakin meningkat," terang Indah kepada KRjogja.com, Sabtu (17/3/2018).

Dijelaskan Indah, penyebab balita gemuk antara lain penurunan aktivitas fisik balita, perilaku menyimpang balita misalnya menolak makan sayur atau kebiasaan makan makanan cepat saji (junk food). Selain itu faktor lingkungan juga turut mempengaruhi dengan masih banyaknya orangtua yang menganggap balita gemuk itu sehat. "Balita gemuk juga menunjukkan status sosial ekonomi tinggi, padahal balita gemuk memiliki risiko menderita penyakit degeneratif ketika ia dewasa, yang lebih tinggi dibanding balita sehat," ujarnya.

Menurut Indah, untuk menurunkan angka balita gemuk di wilayahnya, pihaknya menginisiasi program-inovatif bernama 'Top Big Bos' yaitu Temukan, Observasi, Peduli, Bimbing Balita Obesitas. Melalui program ini, Puskesmas Depok 3 proaktif menjangkau masyarakat untuk menemukan balita obesitas, kemudian orangtuanya diberi pendampingan serta penyuluhan agar balitanya sehat. 

Kepala Puskesmas Depok 3 Toto Suharto SKM MKes mengatakan, Puskesmas Depok 3 telah meluncurkan beberapa program inovasi unggulan. Semuanya diawali dengan Temukan, Observasi dan Peduli (TOP). Antara lain Top Bingitz bagi orang dengan HIV Aids dan pengguna Napza, Top Katar untuk kawasan tanpa rokok, Top For T, Top Ten, Top PA Desi, Top Butet dan lain-lain. (Dev)

BERITA REKOMENDASI