Racun Jenis C, Bagaimana Cara Kerja hingga Bisa Membunuh Manusia?

Sianida atau racum jenis C menurut Arief dapat ditemukan pada racun tikus atau racun serangga. Sianida merupakan salah satu komponen pestisida (racun serangga atau racun tikus) dan Apotas yang mengacu ke potassium sianida yang sering digunakan untuk racun tikus/ikan.

Racun jenis C ini mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase yang membuat metabolisme sel terhenti secara aerobic serta gangguan respirasi seluler dan pembentukan energi sel. Hal ini akan mencegah sel-sel tubuh dalam menggunakan oksigen yang mana ketika hal ini terjadi, sel-sel dalam tubuh akan mengalami kematian dengan cepat.

“Sianida dapat sangat berbahaya bagi jantung dan otak dibandingkan organ-organ lain, sebab jantung dan otak memerlukan banyak oksigen untuk berfungsi secara maksimal. Tanda awal dari keracunan sianida adalah peningkatan frekuensi pernapasan, nyeri kepala, sesak napas, perubahan perilaku seperti cemas, agitasi dan gelisah serta berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul. Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan terhadap susunan saraf pusat dalam bentuk tremor, aritmia, kejang-kejang, koma, dan penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai berhentinya fungsi jantung,” sambung Arief.

BERITA REKOMENDASI