Ramai-Ramai Dukung Pandora Hunt

Editor: Ary B Prass

SLEMAN (KRjogja.com)– Kemasan produk pelaku industri kreatif UKM dan UMKM di Yogyakarta makin beragam tiap tahunnya. Ada yang bergerak di sektor makanan, fesyen, kerajinan, dan seni. Sejumlah sektor tersebut akan dipamerkan oleh 85 pelaku industri kreatif di Yogyakarta dalam Pandora Hunt: "From Nothing to Something" yang akan digelar di halaman Jogja Bay Waterpark mulai Jumat (23/09/2016) sampai Minggu (25/09/2016).

Ruang pamer dan unjuk kebolehan para pelaku industri kreatif berskala besar yang diinisiatori para anak muda yang tergabung dalam Komunitas Pandora Hunt mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) contohnya. Ia mengapresiasi para anak muda yang mau peduli pada industri kreatif di daerahnya. Triawan percaya bahwa kota kreatif akan ditentukan dari peran anak mudanya.

"Dalam pembentukkan kota kreatif, peran anak muda yang berkecimpung dalam industri kreatif sangat signifikan sekali. Kota kreatif saat ini bertumpu pada anak muda yang mampu menciptakan ruang-ruang budaya. Kami angkat topi bagi mereka yang peduli pada industri kreatif dan menciptakan ruang untuk itu," puji Triawan Munaf ketika ditemui di sebuah hotel di Yogyakarta usai pertemuan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu.

Triawan juga berharap event seperti Pandora Hunt bisa bersinergi dengan Bekraf dan BPS untuk membantu mewujudkan basis data ekonomi kreatif di daerah. Basis data ini menurutnya akan digunakan untuk melihat sejauh mana kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia. "Jadi kami akan tahu beragam potensi kreatif setiap daerah yang dibuat tidaklah sama," harapnya.

Dukungan juga datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Chapter Yogyakarta. Kresna, mewakili KNPI DIY mengatakan apa yang dilakukan Pandora Hunt merupakan bukti dari kreativitas anak muda sekaligus kepedulian terhadap daerah. "Yogyakarta butuh para anak muda yang mampu mengangkat potensi daerah dan memberi ruang teman-teman yang selama ini kesulitan bergerak padahal mereka berkontribusi terhadap perekonomian di daerah," pujinya.

Pandora Hunt tidak hanya berdiri sebagai "ruang" bagi pelaku industri kreatif. Director Pandora Hunt, Angela Rahardjo, berkali-kali menegaskan bahwa event ini adalah gerakkan untuk memberi pandangan lalu penyadaran warga tentang kreativitas di Yogyakarta. Kekayaan ini pula jika diangkat terus menerus ke permukaan mampu memenuhi gairah perekonomian warga yang tak jumuk. 

Pernyataan Angela berbanding lurus dengan data lapangan saat ini. Hasil riset Jogja Digital Valey setahun terakhir menghasilkan bukti kuat bahwa kuantitas industri kreatif di Yogyakarta makin bertambah tiap tahunnya. Hasil riset membuktikan sebanyak 32,33% pelaku industri kreatif memilih Yogyakarta karena biaya operasional yang murah dan sumber daya manusia yang berkualitas. Diperkuat melalui hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pelaku industri kreatif di Yogyakarta meningkat 32,36 persen selama 10 tahun terakhir.

"Sayangnya, masih banyak yang sekadar wacana saja. Target dalam Pandora Hunt ialah ingin memperlihatkan secara nyata bagaimana geliat industri kreatif dan para pelakunya di Yogyakarta selama ini agar terbaca bukan sekadar angka namun juga memvisual. Kami mengucapkan terima kasih pada setiap dukungan, dan mari mulai sekarang kita sama-sama menunjukkan bahwa Yogyakarta pantas menyandang sebagai kota kreatif," ajak Angela.(*)

 

BERITA REKOMENDASI