Rancanglah Sebuah Produk Menjadi Brand

SLEMAN (KRjogja.com) – Tak banyak yang tahu jika teh yang beredar di pasaran saat ini adalah teh kualitas ketiga atau keempat. Sedangkan teh kualitas pertama dan kedua menjadi konsumsi orang-orang Eropa.

Hal itu menjadi pertanyaan tersendiri bagi Ayip Budiman, pembicara dalam Product Workshop: Local Product Movement. "Bagaimana mungkin orang kita tidak merasakan teh terbaik dari negeri ini?"

Ayip kemudian mengajak petani-petani Indonesia bernaung dalam sebuah brand bernama Paradesa. Ayip lebih lanjut juga menerangkan usahanya dalam mengembangkan brand To~ko, sebuah brand dengan tagline 'The Rise of Local Brand.' To~ko saat ini memiliki toko retail  di Sanur yang menjual baju, tas, bantal, dan lain-lain dan bisa di-costum sesuai dengan keinginan pembeli.

Salah satu kunci Paradesa maupun To~ko adalah sangat mengutamakan kemitraan. Perjalanan Ayip membesarkan Paradesa dan To~ko membuktikan bagaimana sebuah produk bisa berubah menjadi brand.  "Brand lebih mudah pemasarannya, orang bisa mengenal satu brand tapi tidak bisa mengenal banyak produk," terang Ayip yang telah berkecimpung mendorong produk lokal menjadi brand lokal sejak 15 tahun lalu. (Mg-22)

Baca Juga :

Kualitas Baik Kunci Sebuah Brand

Percuma Kreatif Jika Tidak Menjawab Masalah

BERITA REKOMENDASI