‘Ratna Kemuncak’ Candi Kedulan Dipasang

YOGYA, KRJOGJA.com – Proses pemugaran Candi Kedulan sudah mencapai 93,85 persen. Hal ini ditandai dengan pemasangan Ratna Kemuncak atau atap candi, Kamis (1/11/2018). Pemasangan dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Ari Setyastuti.

Dibutuhkan proses panjang dalam pemugaran candi yang berada di Dusun Kedulan Desa Tirtomartani Kalasan Sleman ini. Ditemukan pertama kali 24 September 1993, pemugaran terhenti tahun 2006. Tepatnya ketiga ada gempa bumi. Saat itu rehabilitasi bangunan cagar budaya di prioritaskan yang rusak. Terutama di Candi Prambanan.

"Terhenti sekitar lima tahun. Pengerjaan dilanjutkan tahun 2012 dikhususkan penganan genangan air. Termasuk juga ada pembebasan lahan," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. 

Letak Candi Kedulan yang ada di bawah tanah. Tepatnya enam meter bawah permukaan tanah, menjadikan candi mudah tergenang air. Apalagi di barat candi terdapat sungai cukup besar yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk irigasi. Untuk itu, tahun 2014 dilakukan studi hidrologi. 

"Pengerjaan semakin cepat pada tahun ini. Dimana proses pemugaran dilakukan setahun penuh. Dan saat ini sudah mencapai 93,85 persen. Harapannya awal Desember sudah selesai semua," ujarnya.

Kepala BPCB DIY Ari Setyastuti mengatakan, Candi Kedulan merupakan bangunan candi yang ditemukan dalam kondisi insitu, sehingga data yang ditemukan relatif lengkap. Konsep penanganan Candi Kedulan dengan empat langkah. Pemulihan arsitektur bangunan candi yang telah dilakukan susun coba sebelumnya. 

"Kita lakukan penguatan struktur. Baik pondasi maupun bangunan. Konservasi komponen bangunan dan pembuatan saluran drainase," ujarnya.

Pasca pemasangan Ratna Kemuncak ini, pemugaran Candi Kedulan tinggal finishing saja. Tahun depan akan dilanjutkan pemugaran Candi Perwara yang saat ini sudah dilakukan susun coba.(Awh)

BERITA REKOMENDASI