Ratusan Data Pemilih Bermasalah Ditemukan di Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bawaslu Kabupaten Sleman melakukan pengawasan proses pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap kualitas form AKWK (daftar pemilih) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020. Kegiatan ini telah dilakukan sejak tanggal 15 Juli sampai dengan 7 Agustus. Hasilnya ditemukan ratusan data pemilih bermasalah.

Ketua Bawaslu Sleman M Abdul Karim Mustofa menerangkan, pengawasan yang dilakukan termasuk mengidentifikasi pemilih pemula, mencermati pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada Pemilu 2019. ”Kami juga mengumpulkan informasi pemilih yang belum berumur 17 tahun sudah menikah, mengidentifikasi pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019, pemilih meninggal dunia masih terdaftar dan ketentuan satu keluarga memilih di TPS yang sama,” terangnya.

Karim menegaskan, Bawaslu Sleman beserta jajaran Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Desa melakukan pengawasan coklit dengan strategi berbeda dari pemilu sebelumnya. Data A-KWK hasil sinkronisasi sebagai bahan data sanding tidak didapatkan dari KPU Sleman.

”Meski kami sudah bersurat, tetapi data A-KWK tidak diberikan. Hasil pengawasan sementara, Bawaslu Sleman tetap mendapatkan sejumlah masalah dalam data pemilih Pilkada Tahun 2020,” kata Karim.

BERITA REKOMENDASI