Ratusan Dokter di Yogya Buat Aplikasi “Lekasehat”, Konsultasi Bisa Lewat Video Call

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – 120 dokter dari Yogyakarta berkolaborasi dalam sebuah aplikasi bernama Lekasehat yang resmi diluncurkan, Sabtu (19/6/2021). Para dokter berniat memudahkan pasien dalam berkonsultasi dan mendapatkan solusi terkait penyakit yang dialami.

Aplikasi ini diinisiasi oleh dua orang dokter yakni dr Dede Candra Permanda dan dr Guntur Surya yang merupakan lulusan UGM. Keduanya bersama tim yang tergabung dalam PT Lekas Sehat Indonesia ini ingin memudahkan akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menjangkau fasilitas kesehatan.

“Jadi, sekarang masyarakat yang membutuhkan konsultasi dokter bisa menggunakan Lekasehat. Masyarakat bisa konsultasi di mana saja dan kapan saja melalui video call atau chat aplikasi. Dokter di sini bisa memberikan resep obat dan nantinya ditebus oleh pasien di apotek terdekat,” ungkap dr Dede dalam launching di UC UGM.

Dokter-dokter yang ada dalam aplikasi Lekasehat dipastikan terkualifikasi serta memiliki kompetensi. Jumlah 120 dokter pun akan terus ditambah dengan jangkauan menasional hingga ke seluruh Indonesia.

“Dokter yang tergabung dalam Lekasehat merupakan dokter yang wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia. Selain STR tersebut, dokter juga wajib memiliki Surat Ijin Praktek di Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan kesehatan secara langsung. Lekasehat memverifikasi dokumen legal tersebut sebelum di nyatakan layak berpraktik melalui aplikasi. Lekasehat juga telah bekerjasama dengan IDI yang akan memastikan dokter tersebut memang benar-benar dokter asli yang kompeten. Selain itu secara nasional, Lekasehat telah tergabung dalam Aliansi Telemedicine Indonesia (ATENSI) yang didukung Kementerian Kesehatan RI,” sambung dr Dede.

dr Guntur menambahkan, selama ini masyarakat memang kerap mengakses konsultasi melalui chat ataupun videocall, hanya saja masih sebatas konvensional dan belum tercatat secara terperinci layaknya akses fasilitas kesehatan. Pasien pun lebih nyaman dan aman karena tidak perlu antri panjang, pun tidak perlu berinteraksi dengan banyak orang.

BERITA REKOMENDASI