Ratusan Warga Ngentak Tolak Apartemen Barsa City

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ratusan warga Ngentak Caturtunggal Depok Sleman melalukan aksi demo di depan Kantor Barsa City di Jalan Laksda Adisucipto, Kamis (10/10/2019) sore. Kedatangan warga meminta tanggung jawab pengelola atau pengembang Apartemen Barsa City atas dampak negatif yang menimpa warga masyarakat.

"Warga menolak agar pembangunan Apartemen Barsa City dihentikannya. Terbukti kehadiran proyek ini telah menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat Ngentak yang terdampak," ujar Koordinator Aksi, Waljito SH kepada wartawan disela-sela aksi.

Baca juga :

Masa Pancaroba, BPBD Sleman Gandeng Desa Tangguh Bencana
Jelang Pelantikan Presiden, Polda Apel Besar Bhabinkamtibmas

Dalam aksi yang diikuti kalangan pemuda sampai orang tua tersebut dilakukan dengan membawa poster dan spanduk berisi keluhan dan penolakan pembangunan apartemen Barsa City. Karena dalam tahap awal pembangunan tersebut telah menimbulkan dampak seperti suara bising, polusi udara sampai membuat sebagian rumah retak akibat getaran dari pembangunan apartemen.

"Kami terpaksa turun ke jalan karena pihak pengelola tidak memberikan respon terhadap permasalahan-permasalahan yang kami hadapi," lanjut Budi Susilo, Ketua RT 07 Ngentak menambahkan.

Disebutkan, hingga saat ini terjadi kerusakan 15 rumah warga akibat proyek apartemen Barsa City yang tersebar di RW 01 dan RW 02. Selain itu penolakan warga dilakukan karena selama ini sosialisasi yang dilakukan pengembangan belum tuntas.

Karena selain tanpa polusi seperti debu, kebisingan sampai kerusakan rumah akibat getaran juga dikhawatirkan sumur warga akan kering. "Dampak jangka panjangnya di wilayah kami bisa banjir karena resapan air seluas 1,7 haktare telah dilakukan pengerasan," tambah Budi.

Sementara Martinus, salah satu legal Ciputra sebagai pengelola apartemen Barsa City menyatakan, pihak pengelola akan menampung semua aspirasi dari warga sekitar. Selain itu pihaknya siap bertanggung jawab apabila ada dampak atau kerusakan rumah warga akibat proyek apartemen tersebut.

"Kami akan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Untuk saat ini pelaporan baru satu. Kalau ada kerusakan akan kami perbaiki," ucap Martinus.

Sementara terkait kekhawatiran warga akan terjadi krisis belum terbukti. Karena sampai saat ini belum ada pengeboran untuk kebutuhan air. Hingga kini semua perizinan apartemen Barsa City tidak ada masalah mulai dari site plant, amdal dan IMB sudah ada.

"Bahkan sejak 2013 sudah ada sosialisasi tentang IPT. Warga sekitar yang berjarak 50 sampai 100 meter sudah ada sosialisasi. Semua sudah diundang," tegas Martinus. (Usa)

BERITA REKOMENDASI