Realisasi Belanja Negara di DIY Capai 57,68 Persen Per Juli 2021

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Kerja keras APBN terus ditingkatkan melalui belanja negara didukung kinerja program-program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Selain itu, peran stimulus fiskal pun ditingkatkan sebagai upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan peran aktif masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan keikutsertaan dalam program vaksinasi untuk mencapai target herd immunity di akhir 2021.

“Berkat kerja keras tersebut, maka kinerja pelaksanaan APBN atau belanja negara di DIY disampaikan Realisasi Belanja Negara di DIY mencapai Rp 12,64 triliun atau 57,68 persen dari total pagu serta tumbuh 13 persen (yoy) sampai dengan akhir Juli 2021. Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat berupa Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp6,13 triliun atau 52,02 persen dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp6,51 triliun atau 64,28 persen,” tutur Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Perbendaharaan DIY Sahat MT Panggabean di kantornya, Selasa (31/8).

Sahat mengatakan realisasi pendapatan negara mencapai Rp3,75 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2,52 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,23 triliun sampai dengan 31 Juli 2021. Selanjutnya, realisasi belanja negara didukung pertumbuhan Belanja K/L sebesar 37,58 persen (yoy) yang dipengaruhi pertumbuhan positif pada semua jenis belanja.

“Realisasi belanja pegawai Rp2,73 triliun atau 59,32 persen yang tumbuh 8,86 persen (yoy) dan realisasi belanja barang Rp1,81 triliun atau 44,12 persen yang tumbuh 21,28 persen (yoy). Kemudian realisasi belanja modal mencapai Rp1,58 triliun atau 51,62 persen yang tumbuh signifikan 253,36 persen (yoy) dan realisasi belanja bantuan sosial Rp7,52 miliar atau 46,76 persen yang tumbuh 27,80 persen (yoy).

BERITA REKOMENDASI