Realisasi PBB Sleman Capai 98,10 %

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hingga akhir Oktober 2018, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pembangunan (PBB P2) di Kabupaten mencapai 98,10 persen atau Rp 70,6 miliar dari Rp 72 miliar yang ditargetkan. 

Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi PBB P2 tahun 2018, yakni Rp 62,8 miliar. Sementara itu dari 86 desa di Kabupaten Sleman, 16 desa diantaranya sudah lunas PBB P2. Dari 16 desa tersebut, di Kecamatan Cangkringan, Seyegan dan Moyudan semuanya luas. Selebihnya di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Sleman. Untuk target PBB P2 tahun 2019 sebesar Rp 74 miliar.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman mentargetkan, untuk triwulan ketiga 2018 ini 75 persen dari wajib pajak terpenuhi. Namun sudah terealisasi 90 persen. "Kami optimis hingga akhir 2018 nanti, bisa 100 persen. Bahkan lebih," ujar Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan BKAD Sleman Kusniyati dalam jumpa pers di RM Jimbaran, Rabu (31/10).

Dalam penerimaan pajak, BKAD membagikan dalam sepuluh uraian. Hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, mineral bukan logam dan batuan (MBLB), PBB serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Dari 10 uraian tersebut, realisasi pajak antara 84-98 persen.

Untuk target PAD tahun 2019 sebesar Rp 871 miliar. Naik sekitar Rp 15 miliar dibandingkan target PAD 2018. "Upaya terus kami lakukan untuk meningkatkan PAD tersebut. Termasuk jemput bola ke masyarakat langsung," ungkap Kepala BKAD Harda Kiswoyo.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah memiliki kesadaran untuk membayar pajak tepat waktu. Sisa waktu hingga akhir tahun, pihaknya optimis penerimaan pajak dari yang ditargetkan dapat tercapai. "Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak. Baik dari pemerintah, masyarakat maupun media. Yang selama ini bersama-sama menyebar luaskan tentang ajakan untuk membayar pajak tepat waktu," ujarnya. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI