Relawan dan Pengungsi di Kepuharjo Tetap Selalu Siaga

Editor: Ivan Aditya

MESKI beredar informasi arah awan panas Gunung Merapi ke barat data, namun tidak menyurutkan para relawan di Barak Pengungsian Kepuharjo Cangkrangan untuk terus waspada. Mereka tetap terus bersiaga mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi bencana. Masyarakat di kawasan rawan bencana yang ada di sekitarnya, setiap malam juga masih tidur di barak pengungsian.

“Sempat beredar info di media sosial kalau pengungsi di barak Kepuharjo sudah boleh pulang. Namun itu tidak benar. Sampai siang ini kami belum memperoleh instruksi yang mengizinkan pengungsi sudah boleh tinggal di rumah. Jadi meski meski siang hari mereka beraktivitas di luar barak, sewaktu-waktu mereka siap kalau harus kembali ke pengungsian,” kata Carik Kepuharjo, Joko Purwanto, Selasa (19/10/2021).

Hal itu disampaikan di sela penyerahan bantuan wastafel sumbangan pembaca KR. Wastafel portabel tersebut diharapkan bisa digunakan para pengungsi, relawan, maupun masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Korona. Penyerahan bantuan disaksikan Komandan Posko Utama PMI Sleman, Tri Joko S, para relawan PMI Sleman, relawan dari Komunitas Siaga Merapi (KSM) dan Karang Taruna, serta aparat kepolisian.

Joko Purwanto menjelaskan, jumlah warga yang mengungsi sekitar 180 KK. Tempat tinggal mereka terjauh 5 km. Mereka mengungsi di barak pengungsian yang sudah disediakan maupun di gedung SD Muhammadiyah Cepit yang bersebelahan dengan barak.

Untuk menampung hewan ternak mereka juga disediakan kandang tak jauh dari barak. Sedang untuk memenuhi kebutuhan makan disediakan dapur umum yang dikelola ibu-ibu PKK Kelurahan Kepuharjo.

“Setiap hari ibu-ibu bergilir untuk memasak. Ada yang mulai pukul 02.00 dinihari, sehingga pukul 05.00 masakan sudah siap karena pengungsi harus segera beraktivitas di ladang atau ngarit (mencari rumput). Kemudian ada yang dapat giliran masak siang ataupun menjelang sore,” jelas Joko Purwanto.

Dengan adanya sumbangan wastafel ini, Joko Purwanto mengucapkan banyak terimakasih. Alat cuci tangan ini sangat dibutuhkan, karena sarana yang dimiliki masih kurang.

“Kami sebenarnya sudah berencana menambah alat cuci tangan, Alhamdulillah malah mendapat bantuan dari pembaca KR. Barang ini sangat berguna. Jadi kami mengucapkan terimakasih sekali,” katanya. (Fie)

BERITA REKOMENDASI