Relokasi Sekolah Terdampak Tol, Disdik Sleman Tunggu Kebijakan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah sekolah terdampak pembangunan jalan tol baik Yogya-Solo maupun YogyaBawen. Dinas Pendidikan Sleman masih menunggu kebijakan terkait sekolah yang meminta relokasi, baik dari sisi pengadaan tanah hingga pembangunan gedung sekolah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Yogya-Solo Totok Wijayanto mengaku, ada 8 sekolah di Kabupaten Sleman yang terdampak pembangunan tol Yogya-Solo. “Sebelum dilakukan pembongkaran di lokasi sekolah, gedung sekolah baru akan dibangun terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku untuk seluruh fasilitas umum dan sosial lainnya yang ikut terdampak. Kami bangunkan terlebih dahulu supaya anak-anak bisa sekolah,” ujarnya.

Totok mengungkapkan, jika nantinya pembangunan gedung sekolah belum memungkinkan ada opsi lain yang telah disiapkan. Salah satunya dengan menyewa gedung sehingga masih bisa difungsikan sementara untuk proses belajar mengajar. “Hal ini dilakukan karena kebutuhan mendesak sambil menunggu pembangunan dilakukan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala SDN 1 Banyurejo Tempel Ismana menilai relokasi sekolah nantinya justru menyusahkan. Hal ini karena pihak desa maupun sekolah sampai saat ini belum menemukan tanah pengganti.

Ismana juga khawatir jika nantinya tidak mendapatkan lokasi pengganti yang strategis dan berada di wilayah Onggojayan meskipun pihak pemerintah memastikan akan memberikan ganti untung. “Sekolah kami memiliki sejarah, dibangun sejak 1948. Dulu tiap minggu, masyarakat gotongroyong mengumpulkan pasir dan batu dari Sungai Krasak untuk membangun sekolah,” tuturnya.

Ismana berharap dengan terdampaknya SDN 1 Banyurejo karena pembangunan jalan tol akan mendapatkan ganti sekolah yang lebih layak. Termasuk fasilitas-fasilitas yang dimiliki sekolah.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengaku belum mengetahui keseluruhan tentang sekolah di Sleman yang terdampak pembangunan tol. Dinas masih menunggu kebijakan dari Satker tol JogjaSolo untuk sekolah yang terdampak. “Baru tahu yang tol JogjaBawen akan ada dua sekolah terdampak yakni SDN 1 Banyurejo Tempel dan SDN Nglarang Mlati,” jelasnya.

Hingga saat ini, Dinas juga masih menunggu kebijakan terkait sekolah terdampak untuk direlokasi. Mulai dari pengadaan tanah yang akan disediakan kembali, hingga pembangunan gedung. Selain itu juga masih belum diketahui nantinya siapa yang akan melakukan pembangunan sekolah. Apakah dari pihak Satker atau Pemkab Sleman.

“Disdik Sleman akan bersama dengan Pemkab untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Satker jalan tol. Ganti untung yang diberikan kepada sekolah terdampak juga akan sesuai,” tegas Arif. (Aha)

BERITA REKOMENDASI