Rencana Kontingensi Erupsi Merapi Disahkan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pada penghujung tahun 2020, konsorsium BPBD Kabupaten Sleman, Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY, Magister Manajemen Bencana (MMB) UPN, RedR Indonesia didukung UNICEF Indonesia telah berhasil menyelesaikan Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Merapi yang teradaptasi dengan protokol kesehatan Covid-19 atau Renkon yang kedua kali 1 tahun ini. Seluruh tahap diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan dengan dukungan penuh dari Pemkab Sleman, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, 3 kapanewon dan 7 kalurahan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, bersama dengan Perguruan Tinggi, organisasi non-pemerintah dan swasta.

Menurut Sekda Sleman Harda Kiswaya, pnyelesaian Renkon tingkat kabupaten ini dilakukan melalui pendekatan bottom-up dengan terlebih dahulu menyelesaikan Renkon di 7 kalurahan yakni Glagaharjo, Umbulharjo dan Kepuharjo di Kapanewon Pakem, Hargobinangun dan Purwobinangun di Kapanewon Cangkringan, serta Girikerto dan Wonokerto di Kapanewon Turi.

“Keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat bersama kelompok rentan dan forum anak di dalam serangkaian diskusi kelompok terfokus (FGD) di 7 kalurahan menguatkan rasa kepemilikan Renkon tingkat kalurahan dan Renkon tingkat kabupaten oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya di Sleman, akhir pekan lalu. Pengesahan dilakukan Bupati Sri Purnomo di Smart Room Diskominfo Sleman.

BERITA REKOMENDASI