Resmi Listing di BEI, Saham Saraswanti Indoland Pasang Harga Rp200/Saham

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT Saraswanti Indoland Development Tbk, perusahaan properti resmi tercatat alias listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (7/7). Emiten dengan kode saham SWID ini menjadi perusahaan tercatat ke-22 yang melantai di bursa pada 2022 sekaligus perusahaan asal DIY yang ke-6 yang melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO)Pengebang properti ini memasang harga IPO di level Rp200 per saham.

“IPO ini menjadi pertanggungjawaban yang lebih bagi SWID agar bisa berkinerja lebih baik dan bagus karena pubik sudah menjadi pemegang saham. Kita akan terus meningkatkan kinerja perusahaan melalui investasi dan menghasilkan hingga melakukan diferensiasi produk serta efisiensi sehingga operasional semakin sehat,” tutur Direktur Utama SWID Bogat Agus Riyono usai Virtual Ceremony Pencatatan Saham Perdana SWID di BEI di The Alana Yogyakarta & Convention Center, Kamis (7/7).

Direktur Pengebangan Bisnis & Sekretaris Perusahaan SWID Agung Cucun Setiawan menyampaikan IPO ini akan menjadi milestone bagi perseroan dan merupakan strategi bertransformasi menjadi lebih baik dan memastikan keberlanjutan usaha. Perseroan menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum perdana saham ini. Perseroaan telah melepas 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dan menawarkan di harga Rp 200 per saham, sehingga dana yang akan dihimpun sebesar Rp 68 miliar.

“Secara bersamaan perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara 6,74% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Selama masa penawaran umum pada 1- 5 Juli, 2022, Perseroan mendapatkan oversubscribe (kelebihan pemesanan) sebanyak 22 kali dari jumlah saham yang ditawarkan atau senilai Rp 1,49 triliun” terangnya.

Kepala Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza mengatakan PT Saraswanti Indoland Development Tbk adalah emiten keenam yang muncul dari DIY. Artinya seakinbanya perusahaan yang meningkat baik dari sisi pasar modal maupun investasinya. Hal ini sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa pasar modal telah menjadi pilihan wahana pendanaan bagi suatu usaha.

“Kami berharap setelah ada emiten yang keenam ini akan muncul yang ketujuh sehingga momen ini bisa menjadi mercusuar bagi masyarakat DIY yang mempunyai usaha dan berkesempatan meraih pendanaan melalui Pasar Modal Indonesia. Kami menyambut positif dan sangat mendukung sekali semakin banyak lahir emiten di DIY,” pungkas Irfan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI