Resmi, Pengemudi Pikap jadi Tersangka

SLEMAN,KRJOGJA.com- NI (35) Pengemudi pikap Nopol R 1913 VE, warga Seyegan Sleman, yang disangka menghilangkan nyawa R dan A dua remaja diduga klitih, kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan oleh polres Sleman. NI menabrak motor mereka dengan mobilnya hingga kedua remaja tersebut tewas. 

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, penetapan status tersangka NI berdasarkan hasil penyidikan atas laporan dari pihak keluarga dua remaja itu. Meskipun demikian, polisi bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Polisi memiliki dua alat bukti, dan pekan depan direncanakan tahap I berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Baru diproses, nanti hakim yang menentukan. Bagaimana juga ini kan ada laporan dari orang tuanya," kata Dofiri di sela acara Silaturahim Kamtibmas Kapolda DIY di kompleks Balai Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Menurut Kapolda meskipun ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan NI tidak dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian Sleman. Tetapi pihaknya juga tidak lepas tanggan.  "Karena ada orang yang merasa ketidak adanya keadilan yang akhirnya melapor juga. Dan polisi tidak boleh menolak laporan itu, tetapi sekali lagi polisi tetap menangani secara profesional artinya semua kebenaran biar hakim yang menentukan," jelasnya. 

Kapolda juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena segala sesuatu pasti ada ketentuannya yang sudah diatur. Hal itu juga berlalu bagi pihak polisi untuk berhati -hati dalam menangani kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa kecelakaan ini terjadi di Jalan Kebun Agung, Seyegan, Sleman pada 7 Desember 2018 dini hari. Informasi dari polisi berdasar keterangan NI saat itu, R dan A diduga akan melakukan klitih setelah merusak mobil pikap yang dikemudikannya.

Tersangka NI kemudian berbalik arah dan mengejar A dan R yang melaju menuju arah Seyegan. Sampai di pertigaan Bakalan, lanjutnya, tersangka sempat diingatkan istrinya agar tidak melakukan pengejaran. Namun, karena masih melihat sorot lampu motor mengingat peristiwa itu terjadi dini hari, IR terus mengejar. 

Setibanya di perempatan Seyegan, salah satu dari mereka mengacungkan stik besi sambil mengancam akan membunuh NI. Kedua pelajar itu terus memacu motornya ke arah Barat. Hingga akhirnya mobil NI menabrak motor R dan A yang mengakibatkan dua remaja itu tewas. Keluarga R dan A akhirnya melapor ke polisi terkait peristiwa tersebut. (Ive).

BERITA REKOMENDASI